Sunday, January 11, 2015

No soul deserves to die because of our ignorance


Not in France, nor in Palestine.
Not in Ferguson, nor in Bangui.

Time to educate ourselves and our community.
Learn our faith thoroughly and properly.
Practice the teaching correctly, be a human who leaves a good legacy in the world.

Lately, Twitter has drawn my attention to Dan Cohen and his story.
One of few men who still have a heart and bravery to show us the injustice that is happening on one side of the world, while the other part is promoting freedom of speech and equality.

Wish him to be guided and protected by the God.
Follow him on Twitter @dancohen3000

Monday, January 5, 2015

Banyak Baca Banyak Menulis

Sempat bingung kenapa anak-anak "dipaksa" baca di sekolahnya. Kadang sampai dibuatkan log book dan ditetapkan waktu minimal untuk membaca setiap hari. Waktu lihat jadwal mereka pun, sempat terpana karena setiap hari paling tidak mereka habiskan 3 jam pelajaran untuk literacy. 

Belakangan dan pelan-pelan mengertilah saya tentang beberapa hal. Yang pertama, kemampuan menulis itu penting dalam kehidupan nyata. Ibu saya selalu menekankan hal tsb, dan sebisa mungkin saya terapkan. Tetapi baru belakangan saya sadar kenapa itu penting. Salah satunya adalah fakta bahwa buku-buku mengenai ajaran agama yang saya anut dan sejarahnya sangat terbatas tersedia. Yang banyak menulis buku semacam itu adalah ilmuwan2 Iran yang memang terkenal pintar. Buku-buku tsb bagus untuk dibaca, tetapi sebaiknya diimbangi dengan buku-buku yang ditulis dari sudut pandang yang lain. Sementara itu buku yang bisa menunjukkan ajaran Islam sejati, yang penuh kedamaian, tanpa disalahartikan dengan budaya Arab, atau budaya lain yang cenderung mengambil keuntungan dari ajaran tsb tanpa menelaah lebih dalam konteks dan prasyaratnya belum banyak saya temukan. 

Buku A Thousand of Splendid Suns dari Khaled Hosseini yang sempat menjadi NYT best seller, misalnya, hanya menggambarkan satu faset dari ribuan faset umat Islam di dunia. Tapi karena populer, maka gambaran Islam yang seperti disajikan dalam buku itulah yang akan mengendap di benak pembacanya. Adakah penulis lainnya yang bisa menunjukkan bahwa ajaran Islam bukan hanya mengenai poligami, keterbatasan pendidikan untuk wanita, dsb? Karenanya penting bagi kita semua untuk bisa menulis, menyampaikan pendapat dan keberanan serta fakta yang mungkin banyak orang perlu tahu.

Selain itu di dunia nyata, di dunia kerja, menulis adalah bagian sehari-hari dalam kehidupan. Laporan, email, resume, dll, semuanya dianggap formal bila disajikan dalam bentuk tertulis dan dikerjakan setiap hari.

Ternyata bisa menulis tidak sama dengan pandai menulis setelah kita banyak membaca. Karenanya literacy di sekolah macam anak2 saya selalu berarti membaca dan menulis. Kenapa? Ya karena dengan banyak membaca kita jadi punya banyak kosa kata, mengerti grammar dengan baik, memahami gaya penulisan, dll. Malahan anak2 saya dibiasakan membaca dengan lebih dalam, mencari arti di balik kata-kata penulis, membayangkan situasi dan kondisi si tokoh, dan sebagainya. Saya sendiri sadar kalau saya perlu banyak membaca sebelum bisa menulis dengan baik waktu memulai mencoba menulis esay dalam bahasa Inggris. Nah kalau buku dalam bahasa Inggris yang dibaca hanya sedikit, kosa kata dan idiom yang dipakai sangat terbatas dan cenderung datar, kan. Itu sebabnya sampai sekarang esay tsb belum juga selesai. 

Anyway, ya saya sedang berusaha memaksa diri untuk membaca lebih banyak. Adalah benar kata Allah SWT dalam surat Al Alaq yang disampaikanNya sebagai ayat yang pertama untuk Rasulullah, yang sekaligus menunjukkan pentingnya iqra bagi manusia.

Al Alaq: QS 96: 1-8
Read! In the Name of your Lord, Who has created (all that exists),
Has created man from a clot (a piece of thick coagulated blood).
Read! And your Lord is the Most Generous,
Who has taught (the writing) by the pen [the first person to write was Prophet Idrees (Enoch)],
Has taught man that which he knew not.
Nay! Verily, man does transgress all bounds (in disbelief and evil deed, etc.).
Because he considers himself self-sufficient.
Surely! Unto your Lord is the return.


Baca, bacalah ilmu yang Allah SWT telah berikan di dunia ini. Bacalah semua yang tersurat dan tersirat di alam. Baca dan jadilah manusia yang berakal.
Yang terpenting baca dan pelajari kitabmu (self reminder)

Foto: Arif dengan segala posisi membacanya. 

Ndhodhok di kereta

nunggu pesanan

tengkurep

gaya bapak-bapak

hampir tidur

posisi gaya