Thursday, September 26, 2013

Bahasa menunjukkan Karakter?

Benarkah?

Ingat saat belajar bahasa Inggris di sekolah? Betapa ribetnya mengingat kata kerja yang berubah-ubah sesuai dengan subyek (she does, I do, etc) dan keterangan waktu (she did it yesterday, she does it everyday, she has done it before, etc). Saat itu paling tidak saya merasa betapa kompleksnya bahasa Inggris. Belum lagi soal pengucapan yang bisa mirip tapi berbeda arti (three vs tree, this vs these).

Saat pindah ke negeri ini dan mengenal bahasa Spanyol versi Amerika Latin, ternyata semakin pusing lah saya. Bukan hanya kata kerja yang berubah-ubah untuk setiap subyek dan setiap waktu, struktur kalimatnya pun tidak bisa diterjemahkan langsung dari bahasa Inggris. Setiap subyek punya kata kerja masing-masing, di setiap waktu dan tiap keadaan. Walhasil kata kerja yang harus diingat pun semakin banyak. Belum lagi feminitas dan maskulinitas setiap kata kerja, yang harus diberi imbuhan el atau la sesuai 'jenis kelaminnya'. Botol ternyata feminin, sementara pensil maskulin. Sejauh ini saya belum terlalu mendalami grammar. Tapi terbayang betapa otak harus diputar sedemikian sehingga saya bisa menghindari menterjemahkan kalimat dari bahasa Inggris ke bahasa Spanyol. Satu kata yang terbayang di benak saat berhadapan dengan guru Spanyol adalah: ruwet alias complicated.

Tetapi karena belajar bahasa asing pula lah (?) saya jadi menyadari betapa SEDERHANA dan LUGASnya bahasa Indonesia. Siapapun subyeknya, kapanpun terjadinya, kata kerjanya hampir selalu sama. Walaupun untuk memeperjelas kita juga menggunakan keterangan waktu, dll.

Berikut contoh versi super dudul:

Versi Bahasa Indonesia:
Kemarin saya makan sate. Hari ini saya juga makan sate. Besok saya makan sate lagi.
Kemarin kamu makan sate. Hari ini kamu juga makan sate. Besok kamu makan sate lagi.
Kemarin anakku makan sate. Hari ini anakku juga makan sate. Besok anakku akan makan sate lagi.

Versi Bahasa Inggris:
I ate sate yesterday. Today I also eat sate. Tomorrow I will eat more sate.
You ate vs you eat vs you will eat
He ate vs he eats he will eat

Jreng jreng! Versi bahasa Spanyol:
Yo comí sate ayer. Hoy yo como sate también. Manana yo comeré más sate.
comiste vs Tú comes vs Tu comerás
El comió vs El come vs El comerá

Kelihatan kah bedanya?

Dengan otak dan mata yang semakin menua, adalah tantangan untuk terus semangat belajar dan belajar.

Ini hanya 'analisa' tabrak lari, yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tapi paling tidak, lagi-lagi, saya jadi semakin bersyukur dan bangga karena Indonesia is the best! :)

6 comments:

Ragil Duta said...

aku ngelu gara-gara si como, comi dan comere itu :D

EPHO's said...

Uhuy! Bang Ragil mampir ke Caracas ;)
Iya, si como tu mang ga sopan. Di Jakarta bikin macet, di Vene bikin jutek

Shinta Damayanti said...

ha..ha..ha... Kebayang!! Di tempat kerja lamaku yg setiap hari harus bertemu dgn Spanish speaker aku satu2nya org yg cuma bisa senyum2 kalau mereka ngobrol. Ora mudeng wkwkk

EPHO's said...

Wah, jagoan dong Shin, kalau tiap hari mesti ketemu spanish speaker kan lama2 nyangkut juga. Sempat belajar? Aku nih telat belajarnya :(

Kirana Khanifa said...

duolingo.com mungkin bisa membantu, ada pilihan belajar bahasa Spanyol. Saya pakai, tapi bukan untuk bahasa Spanyol :D

EPHO's said...

Thanks for the info, Re. Kadang masalahnya memang cuma otak yang sudah menua :)