Monday, March 11, 2013

Yang Sedang Sembunyi

Gulaaa...ke mana kau?
Sudah lamo kali tak basuo...
Tapi di lain pihak, alhamdulillah, saat ini tepung terigu sudah muncul. Walaupun hanya yang self raising dan dapatnya pun sesuai dengan nasib kita hari ini. Kalo paaaas ada, ya syukur. Kalo ngga ya lanjut cari di toko lain :)
Minyak goreng juga sudah terlihat banyak di pasar, walaupun hanya varian minyak kedelai atau biji bunga matahari, alias lebih mahal dari minyak sayur biasa.
Butter yang sudah dua bulan hilang, muncul lagi walaupun produk import dari Uruguay.
Beras, alhamdulillah, baru tadi dapat dua kantong dari tiga kantong terakhir yang teronggok di toko Cina. Sementara beras Jasmin sudah kosong walaupun harganya sudah berlipat ganda menjadi ribuan bolivar dalam waktu dua bulan.

Well, alhamdulillah, walaupun harus bikin special trip setiap kali mau belanja bahan pokok makanan, kami masih tetap bisa makan dengan enak dan insya Allah halal (thanks to caterer rekan Indonesia). Di sini grocery shopping jarang bisa dilakukan sekali jalan.

Pengen bikin martabak atau donat? Mmmm...nanti dulu ya.
Gimana kalau bikin muffin aja yang tepungnya cukup satu cup, gulanya hanya 150 g (angkanya kudu dicek lagi, nih, tapi pokoknya dikit deh) dan bisa pakai minyak/mashed banana instead of butter? Biar tambah manis campur dengan chocolate chips yang jadi produk andalan di sini dan relatif mudah didapat. Sip kaaan...

Sempat bikin Dutch Soft Cookies yang resepnya 300 g tepung, 150 g gula dan 200 g butter saja. Tapi pas mau bikin maju mundur kayak bajaj. Sampai akhirnya butter hasil hunting tahun lalu. harus direlakan. Ini gara-gara sekolah diliburkan tiga hari sehingga untuk cheer-up diri sendiri kami pun menikmati cookies full butter yang renyah dan wangi. Saking saking jarang bisa bikin cemilan, cookies itu hari ini tinggal sepotong.

Jadi yang manis-manis minggir dulu yaaa.
Kali ini giliran yang asin-asin aja deh.
Seperti Quiche jamur resep andalan Ite: cukup tepung, krim/susu telur dan keju.
Ealah... tapi keju halalnya kudu tunggu teman jalan ke Trinidad dolo .
Dan telur, kenapa harganya jadi mahal banget yaaaa
Krim? Hmmm, beberapa bulan terakhir krim pun terpaksa dibuat dari minyak.
Kebayang ngga kalau minum kopi pakai whipped cream versi minyak sayur?

2 comments:

masrafa.com said...

De gak suka manis, jadi memang selalu pilih makanan gurih.

Kalo disana keju halal mahal, di Jakarta bawang merah lagi mahal banget mbak.

EPHO's said...

Hola De, apa kabar?
Iya ya, kabarnya begitu. Udahlah ngiris bawang bikin nangis, belinya pun bikin dompet teriris-iris...