Monday, August 6, 2012

December 25th


Dec 27, '10 3:04 PM
for Evy's contacts

Sabtu pagi2 dapat kabar dari Jakarta, kakak papa yg di Bogor meninggal dunia malam minggu waktu INA. Kaget juga, karena basically bude yang satu ini ngga punya penyakit yang serius. Kasihan jg sama papa yg termasuk dekat dgn si kakak ini, mungkin krn waktu kecil mereka terpisah dari saudara2 yg lain setelah eyang yut gw meninggal. Yang sedih dapat cerita waktu saat2 terakhir, beliau terbangun krn dipegang tangannya sama Om yg lain, lalu meronta2 mau lepas selang infus dan oksigen. Ngga lama kemudian lepaslah jiwa dari raganya. Si Om sempat nyesel krn pas bude meronta itu dia ngga tega dan keluar dr kamar. Padahal itu saat2 terakhir beliau. Kalau kata nyokap itu pas lelaku. Lalu kebayang deh, nanti kalau waktuku tiba, seperti apa ya... trus jadi ingat doa untuk orang tua. Ya Allah ampunilah setiap tetes dosa mereka berdua, terimalah amal ibadahnya berlipat2 ganda, bahagiakanlah mereka berdua selalu di dunia dan terutama di akhirat. Jadikanlah mereka berdua khusnul khotimah. Amin amin ya Robbal Alamiin... Semoga papa mama sehat2 selalu..



Lalu seharian itu kita menikmati Caracas yang sepi nyenyet *kata org Jawa, karena semua tutup kecuali toko obat/farmasi. Waktu bca2 koran lokal di internet, kabarnya mantan presiden sini yang hidup di luar negeri *guess why, setelah turun tahta sampai akhir hayatnya, juga meninggal dunia. Usianya 88 th, dan salah satu tokoh demokrat yg pernah berkuasa. Sayangnya perbedaan pandangan membuat dia terasing dari negerinya sendiri. Teganya penguasa sekarang :( Tp memang jangankan org yang berseberangan dengannya, org2 yg entah punya salah apa aja bisa kena imbas. Contohnya nih, setelah minggu lalu keluar dekrit kekuasaan untuk 'keluar' dari konstitusi setiap saat dibutuhkan, krn bencana banjir dan tanah longsor tempo hari, minggu ini keluar ketentuan bahwa bank2 lokal akan diambil alih. Dan anehnya, setiap akun yg isinya lebih dari 30rb akan diambil juga (kira2 30jt Rp). Justifikasinya? Ya ngga ada...Padahal itu uang siapa, main ambil aja seenak udel. Kalo misalnya akun itu punya yayasan yg ngurusin anak2 sakit, apa ya adil? Atau untuk perempuan2/anak2 korban KDRT? UDahlah negara ngga bisa ngurus, tp org lain mau ngurus jg susah bener...

Eh, besokannya cari kabar AFF INA-MAS, kalah pulak...
Sebetulnya kalah sih wajar, justru pembelajaran terbaik adalah pada saat kita terpuruk. Tapi prihatinnya embel2 rusuh di GBK plus berkembangnya 'ajakan' untuk membenci negara serumpun kita itu, betul2 bikin sedih. Pertama, mental nyalahin org lain itu belum hilang rupanya. Belum bisa kita memaafkan, apalagi belajar dari kegagalan sendiri. Selalu cari kambing hitam. O..itu rusuh di GBK soalnya ada provokator, o..itu soalnya pemerintah ngga bisa ngatur rakyat, o..itu soalnya loketnya kurang. Coba berhenti nuding orang deh, betul2 ngga ada gunanya. Diam itu emas, dan pakai waktunya untuk evaluasi dan difollow up dengan bebenah. Yang kedua, mbok ya jangan mengatai (?) gt loh. Maksudnya ngata2in.. Trus ada teman posting dari Quran: (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (4:19).

Jadi buat apa memaki org lain, siapa tahu dia lebih baik dari kita, siapa tahu didalamnya ada pelajaran untuk kita ambil, siapa tahu ini hanya proses supaya kita jadi lebih kuat dan tangguh. Siapa yang tahu? ... Yang ketiga, semakin sadar kalau saja pendidikan di Indonesia digenjot abis2an, bisa jadi juara2 olimpiade, dan penemu2 dunia, ilmuwan2 bersahaja nan handal Indonesia semakin meraja lela. Sekarang aja sudah buanyak bertebaran di muka bumi, sayangnya beritanya ngga pernah sampai ke permukaan krn kalah sama berita2 negatif. Kalau org Indonesia pintar, insya Allah semakin tertib, beradab, manusiawi, tapi tetap moving forward. Ngga perlu sampai harus ter'hina' sama negara2 tetangga, ngga perlu sampai rusuh, ngga perlu sampai korupsi, dll.
Weleh, weekend kok pikirannya banyak amat ya..

No comments: