Thursday, December 22, 2011

Kado untuk Mama

Ibu saya terkenal sebagai dosen super galak di kampusnya. Sebagai anaknya saya sih ngga menyalahkan mahasiswanya yang suka ngeper kalau sampai dipanggil menghadapnya. Hehehe... Panas dingin bok, kalo sudah satu lawan satu :)

Tapi seperti juga ibu yang lainnya, termasuk saya yg juga seringkali kejaaam, galak bukan berarti ngga sayang kan. Kegalakannya semata karena beliau ingin anak-anaknya berhasil dunia akhirat, termasuk anak didiknya. Saya banyak dibantu beliau dalam mengambil keputusan penting dalam hidup, termasuk pada saat saya memutuskan untuk mengikuti jejaknya sebagai dosen di almamater saya. Walaupun sebetulnya saya bisa mandiri dan bekerja sesuai profesi, bekerja di kampus terasa begitu menyenangkan dan memenuhi idealisme saya.

Entah kenapa, walaupun sudah bekerja dobel, di kampus dan di rumah sakit, mama selalu mengingatkan saya untuk banyak-banyak menulis. "Sambil nunggu pasien kan bisa sambil corat-coret, Vy"... Padahal kalau laporan penelitian atau jurnal ilmiah sih ada juga beberapa yang terbit di majalah nasional. Tapi tulisan itu belum dihitung mama sebagai tulisan saya, somehow...

Belakangan setelah cuti (panjang) dari profesi, lalu mengenal blog (thanks to Ragil Duta yang sudah menjadi contoh) dan multiply (thanks to Adekku yang sudah mempeloporinya lebih dulu), dll, alhamdulillah muncul beberapa peluang menjadi penulis bayangan (via audisi) di buku-buku terbitan penulis-penulis wanita yang handal, sampai terakhir muncul tawaran untuk ikut mengisi artikel di sebuah majalah online. Itulah saatnya saya diingatkan kembali, bahwa hidup kita sudah diatur oleh Yang Maha Mengatur. 

Founder majalah online ini adalah kawan saya di benua kangguru yang prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia, lalu bergabung dengan kawan saya yang lain sebagai Chief Editor yang juga ahli di bidang pendidikan, dan merekrut jurnalis-jurnalis muda berbakat yang sama-sama berambisi mencerdaskan kehidupan bangsa lewat tulisan. Saya sendiri masih harus belajar banyak, tapi sebagai 'mantan pendidik' saya merasa inilah outlet terbaik yang sejalan dengan passion. Walaupun saya belum bisa menulis artikel serius mengenai pendidikan dan hanya mulai dari jurnal perjalanan.

Insya Allah, keyakinan saya hanya satu. Bahwa oleh Rasulullah, dicontohkan bahwa salah satu kewajiban kita adalah iqra, membaca ilmu Allah SWT yang bertebaran di muka bumi. Sehingga semoga jurnal ini bisa membantu kita membaca dan mempelajari tanda-tanda kebesaranNya, bahkan di tempat-tempat yang terasa jauh dari peradaban.

Dan setelah klik tombol publish, langsung saya lapor ke mama dan kasih linknya di sini: 
Surprise... beliau terdengar senang! 
Akhirnyaa... bisa juga saya kasih kado istimewa untuknya. Alhamdulillah...

Ini foto mama papa dengan cucu-cucunya

3 comments:

de said...

mbak,
kalo mo ikut nyumbang tulisan disitu bagaimana kah caranya?

khanifa said...

selamat ya, mbak Evy :)
btw, foto cucu yang paling kiri itu putra mbak Evy ya? menurut saya mirip sama kakeknya. ^_^

EPHO's said...

@Jeng De: dah dijawab ya ;)
@Re: iya Re, mirip ya? kata eyang yg dari pihak lain sih lebih mirip ke bapaknya :)