Thursday, January 27, 2011

Repost Review Buku Bagus *kata gw :)



Dapat buku ini dari ayah, kebetulan pas hari Perempuan di Indonesia. Dan ternyata bermanfaat juga lo. Ngga semua tentu, tapi banyak hal yang secara praktikal bener2 terjadi dan kadang kita ngga tahu mesti ngapain. Umumnya sih based on common sense. Tapi sehari2 biasanya karena dah keburu emosi, ya boro2 common sense, bawaannya pengen ngomel aja. Dan gw rasa si ayah beliin buku ini karena sering lihat gw overreacting waktu ngadepin anak2 :x

Banyak jg quotes di buku ini yg berlaku untuk anak laki dan perempuan. Lebih asiknya karena buku ini dibagi2 berdasarkan tahap perkembangan anak: In the beginning, Toddler years, Grade school, and so on. Jadi buat gw terasa lebih terstruktur dan mudah dipahami overviewnya.

Di Preface penulis bilang: This book is a guide to navigating the relationship-....-between a mother and her son. The wisdom on these pages is designed to make you laugh, to make you sigh, and to give you strength *and that is so true :)

Juga ada quote bagus dari Ruth Bell Graham:
"As a mother, my job is to take care of what is possible and trust God with the impossible"
Yang paling kena buat gw sih the Five Keys di halaman pertama setelah Preface:
1. Pray for him every day
2. Respect his father
3. Do everything in your power to create a peaceful home
4. Feed him love, morals, values and integrity daily
5. Be a strong woman.

Have I done them all, on daily basis? Hhmmm...

Basically I really enjoy this book and during hard times it'll help a lot.
Beberapa contoh yang so true, but still touching when you see it written down:
Don't let his father forget that his son is still a little boy (Toddler Years)
Don't go nuts if he messes up (Toddler Years)
You always feel his pain but don't mistake it for your own (Grade school)
Try to see things from his point of view. Sometimes (High School)
Don't forget that God has given you an awesome responsibility: raising a son in today's world (Spirituality)

Wednesday, January 12, 2011

Repost tanpa judul
Setelah 5 bulan tinggal di negara Pak C ini, semakin terasa nikmatnya tinggal di Indonesia. Iya, separah-parahnya negaraku itu, temasuk cerita Gayus yang jayus dan memalukan plus Timnas yang handal tapi direcokin urusan ngga penting, ternyata kepastian dan rasa aman masih ada di sana. Asal siap kerja keras, berusaha dan berdoa habis-habisan, insya Allah ada jalan dan akan berubah menjadi lebih baik. Walaupun perlu waktu dan kesabaran. Seperti janji Allah SWT:  "ALLAH tdk mengubah keadaan suatu kaum kecuali ikhtiar mereka"(QS 13;11) dan "Siapa tawakkal kpd Allah mk ALLAH menyelesaikn urusannya".(QS 65;3)." (miturut ausiyah Pak Uztad Arifin Ilham)
Seringkali ikut prihatin dan sedih, harga barang naik hampir tiap bulan, properti dan harta benda pribadi diambil alih tanpa ganti rugi, demikian juga perusahaan2 privat yang dinasionalisasi, termasuk bank, dll. Jadi kalau bank saja diambil alih dengan alasan terlalu banyak untung, lalu gimana perekonomian mau maju. Jangankan pengusaha kecil dan menengah, pengusaha yg terbilang mapan pun pikir-pikir mau melanjutkan usaha atau balik kanan maju jalan.
Dari segi kepastian hukum, rasanya Indonesia masih lebih baik. Contoh nyata bikin SIM di Indonesia, ngga perlu pakai calo juga bisa, karena prosedurnya jelas, paling-paling bete ngantrinya. Ada sih oknum2 yang masih minta sogokan, tapi itu lebih ke personalnya. Itikad untuk bebersih dan bebenah sudah kelihatan di mana-mana. Dan ajaibnya di Indonesia selalu ada cara untuk menyelesaikan masalah. Solution oriented, begitu kira-kira, dan itu tertanam di segala lapisan. Makanya kadang daging rusak aja masih bisa 'diutak-atik' supaya kelihatan bagus dan bisa dijual lagi... NGutak atik juga tapi kebangetan banget, dan sedihnya gw rasa karena mereka kurang pintar dan belum tahu aja akibatnya. Lebih kelihatan lagi kalau belanja komputer dan pernak perniknya di glodok tuh. Semua bisa diutak-atik :) Jadi semangat "yes we can" nya udah ada, cuma harus  dibenerin juga dengan edukasi, biar kalo ngutak ngatik apapun pakai hati dan otak, dan ngga berbahaya untuk orang lain.
Di negara Pak C ini, syarat-syarat untuk ambil SIM saja bisa berubah tiba-tiba dari yang tercantum resmi di website, sesuka pegawai yang melayani. Kalau ngga mau dipersulit ya bayar. Tapi kalaupun bayar, ngga bisa cuma bayar satu dua orang aja, alias kudu nyogok sistemik sak kantor. Mana mau perusahaan2 yang 'normal' mempertaruhkan nama baik, cuma untuk nyogok departemen ttt..
Yang bikin gue concern juga adalah sikap penduduk yang careless dan inconsiderate. Walaupun sebetulnya bisa jadi mereka juga jadi begini karena kondisi membuat mereka jadi begitu. Tapi ya kok bisa gitu lo, berhenti passss di pojokan prapatan dan ngga pakai minggir. Atau nyeruduk antrian,  atau contoh2 being egois yg lain. Gw rasa di Indonesia juga masih ada yang begitu, tapi biasanya kalo mobilnya dah kelas berat jarang ketemu yg parah. Maksudnya, tingkat pendidikan dan kesejahteraan biasanya tercermin dari kelakuannya. Ya ngga? Nah kalo di sini, mobilnya mobil gedhe yg bensinya mesti diisi 2 hari sekali,  yang wanitah pakai tas/sepatu/baju designer  yang ngga murah, yang laki juga pakai jas perlente dan gadget terbaru, tapi nyelonong ya nyelonong wae..dan ngga ada tuh mikirin akibatnya untuk org lain.
Jadi kebayang kan, kalau sebagian besar orang cuma mikirin diri sendiri, siapa terus yang ngurusin rakyat? Padahal yang kena imbas inflasi ya rakyat. Yang kena imbas perusahaan2 dinasionalisasi ya rakyat, yang kena akibat eksport turun import naik, ya rakyat. Tapi giliran rakyat susah, mereka malah dipakai untuk cari popularitas dan menekan org2 yang pro kapitalis (fyi, koran banjir sekarang dibuatkan tenda2 di lapangan golf privat. Padahal masuk rumah ibadah, yang manapun: gereja, masjid, dll, juga bisa. malah atapnya lebih permanen dan sudah ada fasilitas umum: toilet, dll,  atau  bisa juga kan pakai stadium untuk menampung sementara rumah2nya sedang dibangun, plus alternatif lain yang manfaatnya lebih kelihatan daripada mudharatnya yaitu menyusahkan orang)
Dari segi ilmu politik or else, gw ngga tahu mana yang lebih baik. Tapi yang manapun ism yang dianut, asal masih pakai hati dan takut Tuhan kita yang satu, mestinya semua akan jadi lebih baik. Cuma kalau presidennya marah-marah terus dan semua orang dianggap musuh, dan yang dikobarkan semangat membenci golongan yang ngga sejalan, ya kapan kerja dan moving forwardnya...

Jadi mari mulai bekerja dengan pintar, mulai dari diri sendiri, mulai saat ini juga dan banyak-banyak berdoa agar Allah SWT memperbaiki kualitas negara kita. Indonesia, I love you full..

Wednesday, January 5, 2011

Alhamdulillah

Sehari sebelum hari terakhir tahun 2010 *walah, si ayah ulang tahun. Biasanya sih kita makan bareng aja di rumah, gw masak, trus kalo di TT karena biasanya tahun baru libur sekalian ngumpul di rumah. Ngga ngerayain tahun baru, juga ngga ngerayain ultah, mung kumpul2. Enak banget dah...












Tahun ini, mau kasih kado ayah bingung juga. Biasanya sih memang kita kasih kado buatan sendiri, soalnya kalo beli barang udahlah harganya ngga jelas, di TT or Caracas repot carinya. Kebetulan anak2 lg seneng gambar, walhasil jadilah ini.. Tarrra..
 
Sebelum2nya sih kalo pengen masak macem2, gw dah heboh dari minggu sebelumnya. Ini karena lagi libur panjang, supermarket jg rame bikin males belanja, masak yang ada di rumah aja. Dan alhamdulillah, jadi sadar kalo practice makes perfect itu benar adanya. Kalo tiap hari 'terpaksa' masak, tiba2 pengen bikin rendang pagi2 jg hajar bleh. Hehehe...

Percaya ngga kalo sepagian aja gw bs produksi makanan2 ini. Alhamdulillah banget. Thanks to bumbu jadi deh, bener2 useful di saat seperti ini. Alhamdulillah pula stok sereh seger, salam dan laos kumplit. Dan lagi kalo pake saos sambel apa aja juga enak kan, hehehe, ketauan deh senjatanya...


Sebetulnya, bagian paling asik sih emang pas ngumpul di meja makan , sarapan dan makan siang bareng trus ngobrol ngalor ngidul sambil cekikikan.. hehehe.

Alhamdulillah, Allah SWT sudah memberikan ayah terbaik untuk anak2 dan suami terbaik untuk gw. Semoga dia jg bisa jadi anak terbaik untuk ibunya dan saudara terbaik untuk kakak2nya. Semoga Allah SWT memberikan nikmat dan hidayah iman dan Islam yang utuh untuk ayah, juga nikmat kesehatan dan kebahagiaan, serta kesuksesan dunia akhirat. Amiiin...