Monday, November 29, 2010

Repost dari FB, untuk mengingatkan diri sendiri.
Kiriman dari kawan yg baik hati: Nur Rokhmah Hidayah
 
IMAJINER DOA
oleh: Ratih Sanggarwati

Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis:*
"Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami
yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku."*


Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:*
"Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat
mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku
yang tidak pernah putus."*


Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir*:
"Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami
yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah...."*



Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:*
"Ya Allah..... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral
Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.."*


Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:*
"Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg
mengkhawatirkanku.
Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat
buah yang sedang ranum."*


Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:*
"Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka,
yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga
kami."*


Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:*
"Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan
perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya."*


Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:*
"Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama
pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria
wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku."*

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum
dan berkata..... .*

"Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik
dan sholehah?
Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?"
"Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada
suamimu. Jangan egois begitu....... .. masak engkau ingin anak yang sholehah
hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu.. ...tentu mereka menjadi
sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah
aturan-Ku."

"Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?......
prestige? ........ atau....mode? ......atau engkau tidak mau direpotkan
dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga
harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha
mengkhatamkannya. "

"Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan
mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan
umat-Ku."


"Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkau
tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalah
kalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang dia
akan dapatkan."

"Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu. Aku yang memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. "


"Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah
kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi
amanahnya."*



Lantas...... aku malu...... dengan imajinasi do'a-ku sendiri....
Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA... .....
Maafkan aku ya Allah......*

Assalamu'alaikum. . ..
Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".
"Tekan 1 untuk 'meminta'.
Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."
Atau....
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain.
Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."
Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat
respons seperti ini:
"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. "Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka,
silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!"

Atau bisa juga Anda mendengar ini :
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini.
Silakan mencoba kembali esok hari."
atau...
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari
Senin setelah pukul 9 pagi."
 
Alhamdulillah. .... Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya
setiap saat!!!

Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda.
Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.

Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara
pribadi.

Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434
2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan
nomor ini : 28443483
2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist Rasul"
Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.
Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak
terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari
setahun !!!

Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Mana tahu
mungkin mereka sedang
membutuhkannya.  Sabda Rasulullah S.A.W :
"Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan
Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut"
7 Kalimah ALLAH:

1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap " Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap " Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu
tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan
menerima musibah..
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah " sepanjang siang
dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya...

Dari tafsir Hanafi,
mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. ...
mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa,
karena sudah biasa.

Wassalaamu'alaikum.




THIS IS IT

Habis juga jatah cuti DTN gw. Artinya suka atau tidak suka, gw mesti melepas 'gelar' PNS dan dosen di FKGUI. Rasanya?...campur aduk! Sampe detik terakhir masih belum yakin. Tapi faktanya begini sih, mosok mau denial terus. Gw ngga resign pun pasti 'terpecat' dengan hormat.

Masih banyak ngga ikhlasnya. Apalagi kalo dipikir2 orang banyak yang mesti bayar saking pengennya jadi PNS. Nah kok gw malah resign... Takut banget gw dibilang ngga bersyukur sama Allah SWT. Tapi on the other hand, percaya saja kalau Allah SWT cuma kasih yang terbaik untuk kita, walaupun kitanya ngga doyan ;p Sejujurnya rasa percaya itu aja yang bikin gw masih bisa napak tanah. Kalo enggak, wah dah pengen nabok orang aja. Kasihan anak2 sama suami, akhir2 ini kerjaannya kesemprot terus. Bisa sampe pening banget kepala gw kalo lagi ngomel.

Anyway busway, sering gw masih nanya, ya Allah kenapa dulu gw dikasih kesempatan ngerasain enaknya jadi dosen ya. Yg paling berasa enak adalah fakta bahwa tiap tahun gw pasti ketemu mahasiswa yang umurnya antara 17 sampe 22 tahun selalu. Ngga pernah lebih dari itu, tingkat 1 sampe 5, ya segitu2 aja umurnya.  Akibatnya jadi berasa mudaaaaa terus! Hehehe. Baru setelah cuti, terus ketemu 'mantan2' mahasiswa di FB (;x) yang ternyata sudah punya anak, sudah hijrah ke sana dan ke mari, baru engeh... ya Allah, kalo si itu aja dah punya anak 3, misalnya, berarti gw dah tuwa banged dong ya. Konyol juga.

Setelah cuti, pernah nyoba cari2 peluang untuk ngelanjutin sekolah. Somehow, deep deep inside, masih ada ambisi gw untuk itu. Tapi ndilalahnya kok belum ada pintu yang kebuka. Hati juga belum sampai dan gongnya waktu anak2 bilang, it will be even worse than if you work. Pfffhhh.... Istikharah insya Allah sudah dijalani. Jawaban yang cetha memang ngga pernah ada, tapi ya begini aja jalannya. Mengalir mengalir mengalir, sampai waktunya habis dan gw belum punya alternatif lain. Kadang2 sebel, kadang2 ngiri sama temen2 yg 'dengan gampangnya' (kata gw, tp gw yakin seyakin2nya pasti jg ngga gampang untuk mereka) sekolah, yg peluangnya terbuka lebar2. Masih kesel sampe sekarang, walaupun kalo pas waras terbersit juga, kalo emang rejeki gw dulu2 juga pasti dateng lah peluang itu. Tapi kalo enggak, ditungguin sampe gigi copot jg ngga dapet.

Ya intinya tulisan ini sih untuk mengurai benang kusut di kepala gw. Hari ini (malem di Caracas, pagi di Jakarta) gw mesti kontak bos2 untuk 'pamit'. No matter what, gw bersyukur, pernah punya kesempatan menikmati dan mencintai pekerjaan gw: berkutat sama mahasiswa, mikirin cara terbaik untuk delivery materi, 'ngomelin' mereka (maaf yaaaa...tapi nothing personal, kok), diomelin senior (hehe), jaga gawang, naik turun tangga ngusung viewer, ketemu pasien, baksos, dll, dll, dll. Yang at the end gw nyadar, pekerjaan itu bener2 bikin gw ngerasa 'hidup'. Alhamdulillah...

Insya Allah nanti ketemu juga jalan untuk ikhlas. Dan seperti kata lagu, hidup adalah anugerah. Just do it, make the best from it.

3 years ago :(   *belum tobat waktu itu

Tuesday, November 23, 2010

MINGGU SERU

Pffuuuh... rame banget dah minggu2 ini.
Mulai dari lebaran, shipment yang akhirnya datang jg, setelah 3 bulan *padahal perasaan Trinidad-Caracas ngga jauh2 amat. Sampe urusan party2 di skolah gara2 thanksgiving dll. Plus hadiah besar yg kami semua terima dari Allah SWT. Pokoknya campur aduk deh perasaannya...

Oya, pertama lebaran haji. Seperti biasa lebaran mah ngga libur la yaw. Yg lebih parah si ayah jg ngga di sini. Jadilah kita lebaran bertiga aja. Sholat Ied lalu balik ke sekolah, baru malemnya makan lontong buatan mbak Wieke, semurnya mbak Vivi dan sayur labu buatan sepertiga terakhir malamnya :) Alhamdulillah, berasa jg lebarannya, walaupun ngga liat ada kambing. Masjid jg rame, walaupun hari kerja. Plus meriah krn saudara2 yg dari Timteng/Afrika pada pakai baju yg bagus2 dan rame. Sehari sebelumnya sempet jg cari coklat Kakao yg (katanya) terkenal itu untuk Arif dan temen2nya. Walaupun sungsang sumbel, tp akhirnya ketemu jg dan alhamdulillah enak :)

Ba'da Eid
Kakao




Soal shipment, alhamdulillah semua barang aman terkendali, walaupun sempet kebat-kebit jg krn beberapa teman bilang kalau shipment biasanya diudal adul dulu sama custom sini. Ngga ada yg berharga sih, tapi selimut buatan sendiri sih rasanya eman2 jg kalo sampe rusak. Alhamdulillah, semuanya selamat. Ada sih kerusakan tapi minor. Dah gitu pas shipment dateng, si ayah lagi dines di luar, plus adek sentrap sentrup pilek, plus gw demam. Aih... asoy geboy. But the show must go on. Dah bagus barang2 bisa nyampe ke mari, kalau ditunda2 lagi mah cari perkara :) Armada cargo terdiri dari 6 org termasuk supir, plus satu vigilante (sekuriti) apartemen plus satu orang kantor. And nobody speaks English! Walhasil gw lah satu2nya org yg cengok di kala mereka ngobrol. Tapi basically org Venezuela baik2 kok. Mereka berusaha jd real gentleman. Walaupun pas gw kudu manjat itu truk container, mereka jg bingung gimana cara ngebantuinnya. Daripada gw disuruh manjat troli, mending gw manjat langsung. Gw cm berdoa, jangan sampe mrk ndorong gw dari belakang. Apa kata duniaaaa...emak2 berkerudung diusung bapak2 gagah dari Venezuela. Lalu turunnya pun pilih terjun bebas dari atas truk, sampe mrk gedhek2. Hehehehe...untung ngga pake rok.
muchachos
my assistant
 
Meanwhile, di hari-hari itu juga, kita dah dengar berita kalau si tante dah mulai mules2. Wah, harap2 cemas lah kita semua. Anak2 tanya terus, kapan tante melahirkan. Sampai akhirnya Sabtu pagi kabarnya masuk RS, dan malamnya diputuskan C-Sec. Gara2 mules dah dari Kamis dan bukaannya ngga nambah2. Dipikir2 ngga papa deh, daripada ambil resiko seperti gw dulu, yg berakhir dengan fatal. Normal atau CS sama2 sakit, yg penting ibu dan anaknya selamat dan sehat. Begitu lahir langsung dengan pedenya kita panggil Sophia. Soalnya anak2 pernah ditanya tantenya, dikasih nama apa adeknya nanti. Lalu setelah melalu diskusi yg panjang dan lama, plus konferensi meja bundar berkali2, akhirnya mereka kasih nama Sophia. Yg jelas temennya anak2 yg namanya Sophia pasti cantik2 *Colombia bo, dan setelah dicek artinya jg bagus. Udah pede panggil2 Sophia, ternyata nama lengkapnya Ameera Sophia Kiranadewi, dipanggil Ameera. Hihihi... Ini dia si adek bayi kita..

Kayak siapa ya? Ya kayak Ameera... Kadang2 kelihatan bapaknya, kadang ibunya, kadang eyangnya, kadang bude2nya *heran seneng banget ya mirip2in anak. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, kebahagiaan, petunjuk, rahmat dan hidayahNya untuk Ameera, supaya jadi anak sholehah dan sukses dunia akhirat. Mudah2an bapak/ibunya juga sukses dunia akhirat membawa keluarga kecilnya sakinah, mawadah, warohmah dan khusnul khotimah. Amiiin..

Habis itu, baru engeh, ya Allah, sudah jadi bude aku ini. Berarti sudah tambah tua... Lalu muncul deh, pikiran2 yg bikin pusing. Sudah ngapain aja gw selama ini, berbuat apa aja gw di dunia ini, meninggalkan jejak apa aja gw selama ini, mau ke mana gw dari sini, apa misi hidup gw yg lamanya wallahualam... Malemnya langsung..insomnia :) Lalu teringatlah pada misi untuk melanjutkan sekolah, yg so far belum kelihatan ada pintu terbuka. Makin sutrislah daku. Walaupun masih keukeh nyari, sambil kempot2 krn nyali dah banyak ciut setelah lama ngga terjun langsung di dunia dentistry. Kadang2 kesel jg, karena semua program rata2 mengharuskan dokgi lulusan luar untuk ambil tes persamaan. Segitu sombingnya sih mereka ...Persiapan tesnya aja ada kursusnya sendiri. Tapi mudah2an juga Allah SWT aja yg akan menunjukkan jalan terbaik. Pokoknya harus nyoba, walaupun sering jg harus nggubrak2 suami dan teman2 untuk bantuin. Saking takutnya jalan sendiri :)

Anyway...
Hari ini ada International Feast di skolah untuk Grade 4. Sebenernya ini perayaan Thanksgiving, tp karena krn judulnya International Feast semangat lah gw untuk bawa makanan Indonesia. Semangat sih tinggi, ngerjainnya perlu semangat yg lain rupanya. Walhasil baru mulai siap2 semalam jam 11, dilanjut tadi pagi. Padahal cuma mie goreng, yg biasanya bikin cuma setengah jam. Tp biasalah, Evy, firts impression is important :) Tapi alhamdulillah, laris manisss... Bener2 deh, makanan Indonesia ngga pernah gagal, walaupun sederhana. Dapat beberapa kompliment dari guru dan ortu yg lain, dan anak2 jg hepi makannya. Tapi itu ngga mengubah keadaan atau mencairkan suasana kelas tuh. Gw masih ngerasa seperti allien di sana. Walaupun gw rasa, gw ngga sendiri..
An & gank

Liat mie ku? :)

dulces

Jumat besok masih ada satu feast untuk Arif. Besok insya Allah si ayah jg pulang dan krn kemarin lebaran haji dia ngga di sini besok mau bikin sayur labu biar berasa lebaran jg. Jadi pekerjaan masih banyak, tapi kenapa ya... rasanya kok masih haven't done anything.