Saturday, May 22, 2010

PANIK

Nggak terasa sudah hampir 5 minggu menjelang libur sekolah. Dan karena bisa jadi kami harus pindah ke Caracas awal Agustus, walhasil selain mesti ngepak koper, mesti mulai ngepak barang-barang rumah juga. Perasaan sih ngga banyak, hawong furniture kan dari landlord. Tapi baru nyadar kalau barang-barang sudah beranak pinak setelah kami tinggal hampir 3 tahun di Trinidad. Tiga tahun yang lalu mana kepikiran kalau bisa punya mesin jahit, easel dan golf club. He eh, selama hampir tiga tahun, yang namanya hobi dan aktifitas juga beranak pinak. Karena waktunya lebih longgar, jadi rasanya apa saja mau dicoba. Sejujurnya sih memang ini waktu dan tempat yang tepat untuk belajar semua itu. Kalau pas di Jakarta, rasanya ngga bakal dikerjain deh.

Tapi mulai panik karena selain perlu beberes, ternyata undangan juga makin banyak. Coffee morning, school party, gathering, etc, etc. Kenapa ya, begitu kita punya sesuatu yang harus dikerjakan, datanglah bertubi-tubi undangan. Sementara pas kita ada waktu, sampai terbengong-bengong saking ngga ada yang dikerjain, ya ngga ada undangan apa-apa tuh. Hihihi...

Selain itu, mestinya kami juga lebih intensif belajar bahasa Spanyol. Tapi kalau begini mah, gimana ngatur waktunya ya. Pusing euy! *curhat panik plus ngantuk

Beberapa bulan yang lalu baru aja terpikir, akhirnya bisa juga kami menikmati Trinidad, dengan segala keunikannya. Pada saat itu juga sebetulnya terlintas di kepala, biasanya kalau sudah merasa nyaman, datanglah tantangan baru. Dan benar, nggak lama setelah itu datanglah si kabar berita. Tapi dipikir-pikir itulah hidup. Selalu ada tantangan baru. Dan keluar dari zona nyaman *lagi, rasanya juga tidak makin mudah. Tapi berhubung kudu dijalani, hayuk mariiii...kita semangat mengunjungi tempat baru. Sekalian kenalan sama Chavez yuu :)