Thursday, December 23, 2010

TAGJUP

Barusan terima kabar dr kolega kalau surat laporan gw ke dekan yg dikirim minggu lalu dah sampai. Tp amplopnya kosong Dan bungkusnya robek!!!! Unbelievable... Paket itu cuma berisi 5 lembar surat dlm 1 folder, apa kira2 alasan hilangnya coba? Rasanya ngga ada yg berbahaya & mencurigakan...

Pfffhhh! Kalo begini jd inget cerita teman bahwa kdg2 'mereka cuma' ngga senang lihat org lain lancar urusannya. Misalnya waktu teman pindahan dr sini, pakai container, lukisan satu2 nya dr almarhum anaknya disilet, katanya takut didalamnya ada obat. Atau satu dus pakaian dibiarkan nggeletak di luar sampe basah kuyup dan rusak... atau satu kabel printer diambil.. atau piring keramik dipecahin untuk lihat dalamnya ada buntelan sesuatu ngga...atau sofa disobek jg untuk lihat dalamnya..meubel dipotong... Ngga menolak prosedur keselamatan dan keamanan, tp kan ada cara yg ngga ngerusak gitu loh. Kalau niatnya buruk begitu, namanya apa coba ya...

Gw pake DHL dgn asumsi standarnya tinggi, worldwide known, reliable pdh muahalll! Tp ternyata, terbukti satu hal, di negara ini perusahaan bonafid pun jd unreliable.. Padahal kalo dilihat tracknya wuiiiiiih puanjangnya tuh perjalanan si amplop kosong... *dah tau kosong kok ya dikirim?#@&
Bener2 ngga habis pikirrr



Sabaaar...Sabaaar....sabaaaar....

Saturday, December 18, 2010

IMPULSIF

Gw kalo lg esmosi bawaannya pengen hajar bleh. Pernah sekalinya ngomel, tersalurkan ke fb. Padahal yg pengen diomelin ngga punya fb *mm, siapa yg pinter ya?
Anyway, lupa kalau ada bos2 yg berfb ria. Iya loh, bos2 gw walaupun dah las professoras ngga gaptek, malah jago2 gadget. Walhasil, beliau ngga komen apa2 sih, cuma ngeklik tombol jempol. Cuma jadi ngga enak, secara gw lg ngomong ngalor ngidul.
Pelajaran: kalo ngomel cari tempat tertutup ajaah.

Oya, liburan akhir tahun officially dah mulai. Awan mendung di Venezuela masih terus menggantung. Kabarnya kalau akhir Desember di sini bisa dingin banget. Tapi ngelihat hujan aja belum berhenti, bener2 berasa perubahan iklim sedang terjadi dan semakin tidak terprediksi. Serem ih, tapi gimana bantuinnya ya...

Last thing is a very strange thing: dah 2x ini bawa anak2 ke dokter gigi *menerima sindiran suami dan kolega: lo ngapain aja Peet??? Ah, gw memang ibu yg masih harus belajar banyak :(

Tuesday, December 14, 2010

NAMA YANG ANEH

Hari ini dapat dua email seperti ini:
Yg lucu katanya mereka adalah personal asistannya mr. frederick hudoyo baskara or something hudoyo baskara, yang langsung bikin gw ngakak. Sejak kapan gw punya sodara dengan nama itu, hawong nama itu aja gw yg ngatur sendiri. Aneh dan lucu!

Lagi-lagi sih soal duit, dll, dll. Heran aja hari gini kok masih ada aja yg ngira rencananya bakal berhasil :( Tiati ya prens..

Wednesday, December 8, 2010

It's not easy to say that we're home

Home is where you want to come after long day of work on the road. Home is the place where you can feel safe, secure and even better pampered. Home is the place where we'll be taken care.
Honestly, this country that we live now is pretty, with such a nice weather and beautiful people. But I think it's not easy to call this place our home. The feel of uncertainty and insecurity really bothering me. Every time my husband has to go abroad for work I always become cranky like a baby unfed. I'm striked by that fact, but lately I realize that I just don't feel safe here.

I don't know how people here handle this situation, but seeing them become more and more apathy and ignorance, maybe that's how they adjust to the situation. I'm amazed that the government can expropriate any businesses or factories or houses or lands  just like that. How can you feel secure of your self then? Not to mention that the inflation going high and high every time.

Due to the torrential rain that causing lots of death and homeless people, the school is closed since last week. I understand the need of decreasing traffic and density of people on the street in case of emergency to reach certain area, for that's why the school is closed. My deep condolences also goes to those who directly affected by the landslides and flood. But instructed them to go to hotels and empty apartments nearby and just use it, it's not a wise thing to do. What kind of mentality that we teach to them? Using school for temporary shelter is understandable, but closing school up to next year and sacrifice national education is not a the best option. There are churches, mosques or temples that can provide as shelters, besides gigantic baseball stadiums, as well as malls. Why choose schools and sacrifice our kids education, our future? And why in this kind of situation, still the 'rich' is blamed of being rich and 'selfish', meanwhile they are who now trying to collect donations, and in the other hand being so worried of their properties or bussiness that can be taken by government anytime?

I do blame those, rich or poor, who's not care and insensitive, eg. enjoying some musical concerts while on the other part of the country some people are struggling with basic needs and cleaning up their home from mud and dirt believe me there are some people who did that in this kind of situation). But take over people's belonging is not better than that.

Wednesday, December 1, 2010

BARU ENGEH

Pernah suatu kali, habis pulang dari Trinidad ngurus visa, kita balik ke Caracas pakai pesawat yang sampai malam. Ngga malam-malam amat sih, cuma habis maghrib. Pas ngurus taxi yg jemput dsb, si pengirim taxi dari kantor mau kirim 2 taxi. Lah, ngapain nih orang, cari duit banget. Orangnya cuma 4 kok pake taxi sampe harus 2. Lalu sekuriti kantor negesin, you have to, it's a matter of security. Memang sih kalo lihat jalannya, dari airport ke Caracas, lumayan jauh dan ngelewatin area2 yg agak bronx gt. Tapi namanya di highway, kan tinggal ngebut aja mestinya beres.

Lalu baru aja ngecek websitenya kedutaan AS, soalnya di sini lagi dideclare 'state of emergency' karena hujan turun terus menerus dan bikin banjir plus tanah longsor di beberapa tempat. Jadi mau cari2 info. Soalnya sekolah sampe diliburin segala loh... Waktu lg cari info ketemulah ini. KAlo males jalan2 isinya antara lain ini:

The road between Maiquetía Airport and Caracas is known to be particularly dangerous. Visitors traveling this route at night have been kidnapped and held captive for ransom in roadside huts that line the highway. Because of the frequency of robberies at gunpoint, travelers are encouraged to arrive and depart only during daylight hours. If not, travelers should use extra care both within and outside the airport. The embassy strongly advises that all arriving passengers make advance plans for transportation from the airport to their place of lodging. If possible, travelers should arrange to be picked up at the airport by someone who is known to them or at least try to caravan in known groups en route to Caracas. Travelers should be aware of chokepoints inside tunnels and avoid obstacles in the road. 

Hwarakadah...Sejujurly, pas pertama kali sampe Caracas memang suasananya serem. In a way rasanya auranya gelap *ha?.. Pokoknya ngga enak deh. Trus jalannya meni gelaaaaap pisan. Lampunya dikit, mana lampu pijar lagi. Tp kupikir itu mah gara2 gw baru dateng aja, masih ada hawa2 bete dan homesick.  Tapi setelah dipikir2, di airport pun rasanya gmn gitu. Lengang, tp mencekam. Takut aja ada yg ngedeketin trus ngoceh Spanish trus macem2. Inget banget pas nyampe airport suami cuma bilang, tutup mulut, gandeng anak2, ngga usah dengerin kalo ada yg manggil2/nawarin porter, taxi, dll. Jalan terus seperti kita dah 100x ke sini. Pokoknya tujuan kita travel agent yg warnanya orange itu. Ngga taunya emang bener2 bahaya, sih. Alhamdulillah, so far Allah SWT masih melindungi kita. Tapi waspada selalu itu wajib hukumnya.

Aneh banget ya. GDP per kapita negara ini hampir 3x lipat Indonesia. Tapi inflasinya luar biasa, annual growthnya juga negatif. Padahal produksi minyak jalan terus, malah nemu sumber2 baru. Jadi sebenernya salah di mana...ya...

Monday, November 29, 2010

Repost dari FB, untuk mengingatkan diri sendiri.
Kiriman dari kawan yg baik hati: Nur Rokhmah Hidayah
 
IMAJINER DOA
oleh: Ratih Sanggarwati

Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis:*
"Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami
yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku."*


Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:*
"Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat
mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku
yang tidak pernah putus."*


Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir*:
"Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami
yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah...."*



Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:*
"Ya Allah..... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral
Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.."*


Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:*
"Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg
mengkhawatirkanku.
Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat
buah yang sedang ranum."*


Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:*
"Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka,
yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga
kami."*


Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:*
"Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan
perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya."*


Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:*
"Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama
pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria
wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku."*

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum
dan berkata..... .*

"Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik
dan sholehah?
Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?"
"Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada
suamimu. Jangan egois begitu....... .. masak engkau ingin anak yang sholehah
hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu.. ...tentu mereka menjadi
sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah
aturan-Ku."

"Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?......
prestige? ........ atau....mode? ......atau engkau tidak mau direpotkan
dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga
harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha
mengkhatamkannya. "

"Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan
mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan
umat-Ku."


"Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkau
tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalah
kalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang dia
akan dapatkan."

"Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu. Aku yang memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. "


"Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah
kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi
amanahnya."*



Lantas...... aku malu...... dengan imajinasi do'a-ku sendiri....
Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA... .....
Maafkan aku ya Allah......*

Assalamu'alaikum. . ..
Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".
"Tekan 1 untuk 'meminta'.
Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."
Atau....
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain.
Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."
Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat
respons seperti ini:
"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. "Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka,
silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!"

Atau bisa juga Anda mendengar ini :
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini.
Silakan mencoba kembali esok hari."
atau...
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari
Senin setelah pukul 9 pagi."
 
Alhamdulillah. .... Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya
setiap saat!!!

Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda.
Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.

Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara
pribadi.

Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434
2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan
nomor ini : 28443483
2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist Rasul"
Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.
Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak
terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari
setahun !!!

Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Mana tahu
mungkin mereka sedang
membutuhkannya.  Sabda Rasulullah S.A.W :
"Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan
Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut"
7 Kalimah ALLAH:

1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap " Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap " Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu
tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan
menerima musibah..
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah " sepanjang siang
dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya...

Dari tafsir Hanafi,
mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. ...
mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa,
karena sudah biasa.

Wassalaamu'alaikum.




THIS IS IT

Habis juga jatah cuti DTN gw. Artinya suka atau tidak suka, gw mesti melepas 'gelar' PNS dan dosen di FKGUI. Rasanya?...campur aduk! Sampe detik terakhir masih belum yakin. Tapi faktanya begini sih, mosok mau denial terus. Gw ngga resign pun pasti 'terpecat' dengan hormat.

Masih banyak ngga ikhlasnya. Apalagi kalo dipikir2 orang banyak yang mesti bayar saking pengennya jadi PNS. Nah kok gw malah resign... Takut banget gw dibilang ngga bersyukur sama Allah SWT. Tapi on the other hand, percaya saja kalau Allah SWT cuma kasih yang terbaik untuk kita, walaupun kitanya ngga doyan ;p Sejujurnya rasa percaya itu aja yang bikin gw masih bisa napak tanah. Kalo enggak, wah dah pengen nabok orang aja. Kasihan anak2 sama suami, akhir2 ini kerjaannya kesemprot terus. Bisa sampe pening banget kepala gw kalo lagi ngomel.

Anyway busway, sering gw masih nanya, ya Allah kenapa dulu gw dikasih kesempatan ngerasain enaknya jadi dosen ya. Yg paling berasa enak adalah fakta bahwa tiap tahun gw pasti ketemu mahasiswa yang umurnya antara 17 sampe 22 tahun selalu. Ngga pernah lebih dari itu, tingkat 1 sampe 5, ya segitu2 aja umurnya.  Akibatnya jadi berasa mudaaaaa terus! Hehehe. Baru setelah cuti, terus ketemu 'mantan2' mahasiswa di FB (;x) yang ternyata sudah punya anak, sudah hijrah ke sana dan ke mari, baru engeh... ya Allah, kalo si itu aja dah punya anak 3, misalnya, berarti gw dah tuwa banged dong ya. Konyol juga.

Setelah cuti, pernah nyoba cari2 peluang untuk ngelanjutin sekolah. Somehow, deep deep inside, masih ada ambisi gw untuk itu. Tapi ndilalahnya kok belum ada pintu yang kebuka. Hati juga belum sampai dan gongnya waktu anak2 bilang, it will be even worse than if you work. Pfffhhh.... Istikharah insya Allah sudah dijalani. Jawaban yang cetha memang ngga pernah ada, tapi ya begini aja jalannya. Mengalir mengalir mengalir, sampai waktunya habis dan gw belum punya alternatif lain. Kadang2 sebel, kadang2 ngiri sama temen2 yg 'dengan gampangnya' (kata gw, tp gw yakin seyakin2nya pasti jg ngga gampang untuk mereka) sekolah, yg peluangnya terbuka lebar2. Masih kesel sampe sekarang, walaupun kalo pas waras terbersit juga, kalo emang rejeki gw dulu2 juga pasti dateng lah peluang itu. Tapi kalo enggak, ditungguin sampe gigi copot jg ngga dapet.

Ya intinya tulisan ini sih untuk mengurai benang kusut di kepala gw. Hari ini (malem di Caracas, pagi di Jakarta) gw mesti kontak bos2 untuk 'pamit'. No matter what, gw bersyukur, pernah punya kesempatan menikmati dan mencintai pekerjaan gw: berkutat sama mahasiswa, mikirin cara terbaik untuk delivery materi, 'ngomelin' mereka (maaf yaaaa...tapi nothing personal, kok), diomelin senior (hehe), jaga gawang, naik turun tangga ngusung viewer, ketemu pasien, baksos, dll, dll, dll. Yang at the end gw nyadar, pekerjaan itu bener2 bikin gw ngerasa 'hidup'. Alhamdulillah...

Insya Allah nanti ketemu juga jalan untuk ikhlas. Dan seperti kata lagu, hidup adalah anugerah. Just do it, make the best from it.

3 years ago :(   *belum tobat waktu itu

Tuesday, November 23, 2010

MINGGU SERU

Pffuuuh... rame banget dah minggu2 ini.
Mulai dari lebaran, shipment yang akhirnya datang jg, setelah 3 bulan *padahal perasaan Trinidad-Caracas ngga jauh2 amat. Sampe urusan party2 di skolah gara2 thanksgiving dll. Plus hadiah besar yg kami semua terima dari Allah SWT. Pokoknya campur aduk deh perasaannya...

Oya, pertama lebaran haji. Seperti biasa lebaran mah ngga libur la yaw. Yg lebih parah si ayah jg ngga di sini. Jadilah kita lebaran bertiga aja. Sholat Ied lalu balik ke sekolah, baru malemnya makan lontong buatan mbak Wieke, semurnya mbak Vivi dan sayur labu buatan sepertiga terakhir malamnya :) Alhamdulillah, berasa jg lebarannya, walaupun ngga liat ada kambing. Masjid jg rame, walaupun hari kerja. Plus meriah krn saudara2 yg dari Timteng/Afrika pada pakai baju yg bagus2 dan rame. Sehari sebelumnya sempet jg cari coklat Kakao yg (katanya) terkenal itu untuk Arif dan temen2nya. Walaupun sungsang sumbel, tp akhirnya ketemu jg dan alhamdulillah enak :)

Ba'da Eid
Kakao




Soal shipment, alhamdulillah semua barang aman terkendali, walaupun sempet kebat-kebit jg krn beberapa teman bilang kalau shipment biasanya diudal adul dulu sama custom sini. Ngga ada yg berharga sih, tapi selimut buatan sendiri sih rasanya eman2 jg kalo sampe rusak. Alhamdulillah, semuanya selamat. Ada sih kerusakan tapi minor. Dah gitu pas shipment dateng, si ayah lagi dines di luar, plus adek sentrap sentrup pilek, plus gw demam. Aih... asoy geboy. But the show must go on. Dah bagus barang2 bisa nyampe ke mari, kalau ditunda2 lagi mah cari perkara :) Armada cargo terdiri dari 6 org termasuk supir, plus satu vigilante (sekuriti) apartemen plus satu orang kantor. And nobody speaks English! Walhasil gw lah satu2nya org yg cengok di kala mereka ngobrol. Tapi basically org Venezuela baik2 kok. Mereka berusaha jd real gentleman. Walaupun pas gw kudu manjat itu truk container, mereka jg bingung gimana cara ngebantuinnya. Daripada gw disuruh manjat troli, mending gw manjat langsung. Gw cm berdoa, jangan sampe mrk ndorong gw dari belakang. Apa kata duniaaaa...emak2 berkerudung diusung bapak2 gagah dari Venezuela. Lalu turunnya pun pilih terjun bebas dari atas truk, sampe mrk gedhek2. Hehehehe...untung ngga pake rok.
muchachos
my assistant
 
Meanwhile, di hari-hari itu juga, kita dah dengar berita kalau si tante dah mulai mules2. Wah, harap2 cemas lah kita semua. Anak2 tanya terus, kapan tante melahirkan. Sampai akhirnya Sabtu pagi kabarnya masuk RS, dan malamnya diputuskan C-Sec. Gara2 mules dah dari Kamis dan bukaannya ngga nambah2. Dipikir2 ngga papa deh, daripada ambil resiko seperti gw dulu, yg berakhir dengan fatal. Normal atau CS sama2 sakit, yg penting ibu dan anaknya selamat dan sehat. Begitu lahir langsung dengan pedenya kita panggil Sophia. Soalnya anak2 pernah ditanya tantenya, dikasih nama apa adeknya nanti. Lalu setelah melalu diskusi yg panjang dan lama, plus konferensi meja bundar berkali2, akhirnya mereka kasih nama Sophia. Yg jelas temennya anak2 yg namanya Sophia pasti cantik2 *Colombia bo, dan setelah dicek artinya jg bagus. Udah pede panggil2 Sophia, ternyata nama lengkapnya Ameera Sophia Kiranadewi, dipanggil Ameera. Hihihi... Ini dia si adek bayi kita..

Kayak siapa ya? Ya kayak Ameera... Kadang2 kelihatan bapaknya, kadang ibunya, kadang eyangnya, kadang bude2nya *heran seneng banget ya mirip2in anak. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, kebahagiaan, petunjuk, rahmat dan hidayahNya untuk Ameera, supaya jadi anak sholehah dan sukses dunia akhirat. Mudah2an bapak/ibunya juga sukses dunia akhirat membawa keluarga kecilnya sakinah, mawadah, warohmah dan khusnul khotimah. Amiiin..

Habis itu, baru engeh, ya Allah, sudah jadi bude aku ini. Berarti sudah tambah tua... Lalu muncul deh, pikiran2 yg bikin pusing. Sudah ngapain aja gw selama ini, berbuat apa aja gw di dunia ini, meninggalkan jejak apa aja gw selama ini, mau ke mana gw dari sini, apa misi hidup gw yg lamanya wallahualam... Malemnya langsung..insomnia :) Lalu teringatlah pada misi untuk melanjutkan sekolah, yg so far belum kelihatan ada pintu terbuka. Makin sutrislah daku. Walaupun masih keukeh nyari, sambil kempot2 krn nyali dah banyak ciut setelah lama ngga terjun langsung di dunia dentistry. Kadang2 kesel jg, karena semua program rata2 mengharuskan dokgi lulusan luar untuk ambil tes persamaan. Segitu sombingnya sih mereka ...Persiapan tesnya aja ada kursusnya sendiri. Tapi mudah2an juga Allah SWT aja yg akan menunjukkan jalan terbaik. Pokoknya harus nyoba, walaupun sering jg harus nggubrak2 suami dan teman2 untuk bantuin. Saking takutnya jalan sendiri :)

Anyway...
Hari ini ada International Feast di skolah untuk Grade 4. Sebenernya ini perayaan Thanksgiving, tp karena krn judulnya International Feast semangat lah gw untuk bawa makanan Indonesia. Semangat sih tinggi, ngerjainnya perlu semangat yg lain rupanya. Walhasil baru mulai siap2 semalam jam 11, dilanjut tadi pagi. Padahal cuma mie goreng, yg biasanya bikin cuma setengah jam. Tp biasalah, Evy, firts impression is important :) Tapi alhamdulillah, laris manisss... Bener2 deh, makanan Indonesia ngga pernah gagal, walaupun sederhana. Dapat beberapa kompliment dari guru dan ortu yg lain, dan anak2 jg hepi makannya. Tapi itu ngga mengubah keadaan atau mencairkan suasana kelas tuh. Gw masih ngerasa seperti allien di sana. Walaupun gw rasa, gw ngga sendiri..
An & gank

Liat mie ku? :)

dulces

Jumat besok masih ada satu feast untuk Arif. Besok insya Allah si ayah jg pulang dan krn kemarin lebaran haji dia ngga di sini besok mau bikin sayur labu biar berasa lebaran jg. Jadi pekerjaan masih banyak, tapi kenapa ya... rasanya kok masih haven't done anything.




Tuesday, October 5, 2010

Periodic mood change :)

There were times when I felt not the best feeling that I can. Somehow, many things can often influence my confidence. I guess it's normal for us to be concern of what other people may think about us, as long as it's not affecting our belief and confidence. But sometimes it just really bothers me.

I mean I used to work, and I love my job very much. Being full time lecturer and 'part time' dentist ;) really fulfilled my life. I love to learn, so campus is the best place that I can be, learning new things every day, from everyone. At the time we made decision that I better follow my husband, after all the time he traveled by himself, I thought it is the best decision that I've ever made. Being a full time mum and a so-called expat wife, really is a privilege. Don't get me wrong, I do enjoy my time with my family, watching the kids growing every day and be there whenever they need me are some of the priceless things that I believe is not for everyone. I still believe it's a best decision.
But when some facts about my profession or some news from my colleagues hit me, it really hit me hard! And I can't stand the feeling of... you know, lack of confidence and also left behind, somehow.

O well...  I think it's time for me to reconnect to those I love to expands my sense of who I am.

Thursday, September 30, 2010

Rumput tetangga biasanya kelihatan lebih hijau dari rumput di halaman sendiri. Itu mah jamak, namanya manusia biasanya lebih 'ngiler' kalau lihat orang lain. Padahal seperti kata lagu, hidup itu perjuangan. Jadi buat siapapun, hidup itu 'cuma' proses untuk menjadi manusia yang lebih baik, setiap harinya, menumpuk kekayaan batin dan amal ibadah untuk bekal di akhirat.

Ngelanturnya jauh bener ya... hihihi...
Tapi ya begitu deh. Entah kenapa setiap kali pulang ke Jakarta, ada aja yg bilang, enak banget Vy, bisa ke Trinidad, dll, hidup lo kayak liburan aja setiap hari. Komentar gw? Alhamdulillah, kalau orang bisa lihat gw menikmati rejeki Allah SWT ini. Tapi gw yakin, orang yg rumahnya segede gaban, atau yg tiap bulan bisa liburan ke Eropa, atau yg mobilnya sebanyak showroom, dll dll, pasti juga ngalami kesulitan dalam hidupnya. Mungkin kita ngiri sama mobilnya dia yang kerrren dan mulus. Tapi kalau dipikir mesti bayar ongkos servis bulanan mobil bagus, nyuci plus mobil begituan, perasaan repot jg deh. Atau orang yg punya rumah segede gaban td, emang keren kelihatannya. Tapi kalau giliran pembantunya ngambek, ok deh dia krn punya duit pasti dengan gampang cari pembantu lagi, tapi pasti ada lah masanya dia mesti urus sendiri tuh rumah. Gempor jg kan ngurusin 5 kamar dan 5 kamar mandi *itu baru lima ya, gimana kalo lebih :)

Ah tapi maksud gw bukan gitu sih. Intinya mau apapun kondisi yang kita punya sekarang, asal kita bisa bersyukur dan bersyukur, insya Allah kan semuanya jadi lebih mudah dan selalu ada jalan. Misalnya nih di sini kan ternyata apa2 mahal. Gw sampe bengong beli tomat 3 biji harganya 30BsF alias ampir 40 rebu. Ya caranya jangan beli macem2 kalo harus hidup di Venezuela, daripada gondok. Hehe... Atau di sini juga terkenal kan, kriminalitas tinggi banget. Mosok dibilang di sini kalo tiap 1,5 jam ada satu orang mati(terbunuh). Ya kalo gitu, jangan ke mana2 deh... Cari kegiatan di rumah, pasti dari pagi sampe malem ada aja yg bisa dikerjain.Kalau gw bisa sampe ketiduran di siang hari bolong, wah... itu namanya nikmat banget ternyata.

Yang jelas, di mana-mana pasti aja ada ujian dan cobaan untuk kita. Walaupun di kampung halaman Indonesia, yang sejauh ini menurut gw adalah tempat paling enak untuk hidup, tetep aja masih ada keluhan dan cobaan. Seperti bentrok antar warga, antar agama, dll. Semuanya kan memang ujian kita. Termasuk pemerintah yang katanya kurang ini dan kurang itu, padahal menurut gw masih jauh lebih baik dari pada negara yg sekarang gw tinggalin. Lah coba bayangin, di negara ini semuanya terasa jalan mundur ke belakang. Metro system dah rapihh, gedung2 tinggi di mana2, tunnel jg ada, pokoknya kelihatan kalau dulu pernah maju. Kabarnya sih sampai dibilang New York nya Amerika Latin. Tapi sekarang, semua sistem ngga berfungsi, apalagi perekonomian yg inflasinya sudah 30%, bisnis ngga bisa maju, produksi merosot, eksport terbatas. Pokoknya memprihatinkan. Di Jakarta tanah kuburan aja memang sudah mahal tapi ada dan cukup banyak, di sini ternyata tanah untuk kuburan pun terbatas sementara harga rumah untuk orang yang hidup naiknya dah 500% sejak 2-3 tahun yl.

Jadi yang penting manusia harus berusaha sekuat tenaga, tapi at the end percaya saja bahwa ternyata hidup kita itu sudah ada sutradaranya... Insya Allah di mana pun kita, itulah tempat terbaik untuk kita menurutNya.

Tuesday, September 28, 2010

Setelah satu bulan setengah tinggal di negaranya Chavez ini, anak-anak sudah bisa bilang kalau ini rumah mereka. Walaupun kadang masih bilang, kapan kita pulang ke Trinidad :( Barang-barang dari Trinidad juga belum sampai *mungkin malah belum berangkat dari sana, hihihi...

Rumah masih kelihatan 'blah', tapi alhamdulillah cukup cozy, setelah sang landlady melungsurkan barang-barang dari rumahnya yg passs banget di atas kita.  Yang penting alat masak sudah cukup untuk sekedar bikin sarapan atau makan malam untuk suami dan anak-anak.
 
Yang berasa payah adalah juaraaang buangeet orang yang bisa bahasa Inggris, sementara bahasa Spanyol kita masih seuprit. Frustasi banget rasanya kalo pas ketemu plumber, tukang benerin kulkas, tukang sedot wc n sekuriti yang cuma ndlongop pas kita berusaha susah payah njelasin. Padahal dah minta tolong mbah Google translate tuh...

Anyway, alhamdulillah alhamdulillah...
Inget banget kita berangkat ke Caracas, hari Jumat, hari kedua Ramadhan. Bawa sekantong kurma untuk bekal di jalan, yang ternyata adalah kurma terakhir yang kita makan sampai hari ini. Untung juga bawa rice cooker di koper, yang walaupun sempet digeledah petugas berbahasa Spanyol, bisa selamet masuk, selain abon dan kering kentang *mayan banget buat modal sahur.  gitu, alhamdulillah pas datang, kami sudah punya kawan di Caracas. Keluarga Pak Romdoni/Vivi yang buanyakkk banget bantu. Tiba-tiba kita bisa makan bakwan, pakai cabe rawit lagi. Lalu anak-anak dikirimin nugget,  dll. Wah pokoknya cuma bisa mendoakan supaya keluarga mereka diberikan pahala yang berlipat ganda deh...Amin!

Somehow, alhamdulillah lagi, kita cuma seminggu tinggal di hotel. Apartemen goal, walaupun belum rapi betul, tapi sudah bisa ditempati. Kalau mau tahu seberapa bersyukurnya kami, begini kira-kira. Bos suami di kantor, harus tinggal 6 (enam) bulan di hotel karena urusan rumah belum beres. Walaupun tinggal di Marriott, tapi kalo enam bulan ya bete juga.. Apalagi kalau ada anak2.

Sudah dekat lebaran, mulai deh mikir, bijimana ini soal daging halal. Agak penasaran karena kabarnya Caracas punya masjid terbesar di Amerika Latin. Mustinya populasi muslim juga lumayan, dan biasanya ada dong yang jual daging/makanan halal. Tapi sampai seminggu mau lebaran, masih belum ketemu juga. Subhanallah, hari Rabu terakhir sebelum lebaran, sempat ngobrol sama kawan dari Malaysia. Dalam rangka hunting daging/makanan halal, biasanya kita gencar kirim email ke sumber2 yang kira-kira bisa kasih info. Salah satunya kedutaan Malaysia. Suami sempet ingetin: bukannya kita lagi berantem? Hhhmmm. Kita lihat nanti aja deh, namanya juga usaha. Walhasil waktu ketemu Pak Roosly, gw cerita kalo gw kirim email ke kedutaannya. Lalu Pak Roosly bilang, ah... kapan-kapan saya tunjukkan saja deh. Agak sulit kasih tahu jalannya *oya, percaya nggak, alamat rumah kita di sini, terdiri dari 16 kata, tidak termasuk articlesnya. Mmm...speaking of practicality,i it's beyond that :)

Tapi keajaiban ngga berhenti sampai di situ. Hari Kamis, sehari sebelum lebaran, pagi2 jam 9 Pak Roosly SMS, katanya dalam 15 menit dia akan drop daging sedikit untuk anak2. Subhanallah.... Gw rasanya sampe mau nangis. Padahal gw dah bilang suami dan anak2, lebaran ini kita makan opor telur dan tahu, plus sayur labu. Tapi ternyata sama Allah SWT kita diijinkan makan opor ayam. Coba, maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustai???

Masih banyak cerita lain dari Caracas, tp kalau kepanjangan gw jg jadi males baca :p
Jadi insya Allah next time disambung lagi.

Tapi point penting hari ini buat gw pribadi: bersyukur dan sabar, insya Allah Allah SWT saja yang akan menolong kita *ini reminder buat gw sendiri, bahwa ngga ada tempat bergantung selain Al Khaliq



*itu yang digambar namanya gunung Avilla (3000 an meter), dibaliknya laut, jadi Caracas ada di lembahnya. Foto diambil dari Valle Ariba, kira2 kayak daerah taman Tabanas kalo di Smg atau Puncak Pass (kali ya)

Monday, September 27, 2010

STAY HUNGRY STAY FOOLISH

Just saw Steve Jobs' commencement speech at Stanford 2005.
Personally I barely 'know' him, other than Apple gadgets that everyone seems to have nowadays. But I just found out that his biological father is Syrian, her mum is American, then he was adopted by an American couple. I never knew that dropping out college was his own decision in his first semester, learning that he had to spend his parents fortune if he has to continue his study. He was diagnosis with pancreatic cancer on 2004, and the doctor even said that he only had 6 months to 'sort things out'.

But I learned that he's one of the best example of the more you have to more humble you become. He'd slept on his friend's room's floor, returned coke bottle for 5c so he could bought food from a temple 7 miles across the town. Now, he had 5.426 million shares of Apple and 138 million shares of Disney (after Pixar acquisition). But still he chose 2006 MerC SL as his car. I know somehow there are comments that mentioned that he is an 'egomaniacs', whatever it means. But nobody's pefect and who we are so we can judge people? For me, just pick good sides of every successful people, learn how the do it, and then do our work. He is also a good example of being grateful for whatever God gave, even being DO'd and diagnosed with the malignant neoplasma.

Being in new country often led me to a question: what God does want me to do in my life?
And some of Steve Jobs' words kind of giving me a new perspective :
Sometimes life hits you in the head with a brick. Don’t lose faith. You’ve got to find what you love. And that is as true for your work as it is for your lovers. Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it. And, like any great relationship, it just gets better and better as the years roll on. So keep looking until you find it. Don’t settle.

And speaking of how we should set a goal in our life, he had some good thoughts too:
No one wants to die. Even people who want to go to heaven don’t want to die to get there. And yet death is the destination we all share. No one has ever escaped it. And that is as it should be, because Death is very likely the single best invention of Life. It is Life’s change agent. It clears out the old to make way for the new. Right now the new is you, but someday not too long from now, you will gradually become the old and be cleared away.
Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma — which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.

Hmmm... seriously, it's more that I can handle. But I think we are all on mission here, either we had figured it out or not. So, as long as we stay hungry and stay foolish (The Whole Earth Catalog, Steve Jobs' speech) sooner or later we'll find it. 

Saturday, May 22, 2010

PANIK

Nggak terasa sudah hampir 5 minggu menjelang libur sekolah. Dan karena bisa jadi kami harus pindah ke Caracas awal Agustus, walhasil selain mesti ngepak koper, mesti mulai ngepak barang-barang rumah juga. Perasaan sih ngga banyak, hawong furniture kan dari landlord. Tapi baru nyadar kalau barang-barang sudah beranak pinak setelah kami tinggal hampir 3 tahun di Trinidad. Tiga tahun yang lalu mana kepikiran kalau bisa punya mesin jahit, easel dan golf club. He eh, selama hampir tiga tahun, yang namanya hobi dan aktifitas juga beranak pinak. Karena waktunya lebih longgar, jadi rasanya apa saja mau dicoba. Sejujurnya sih memang ini waktu dan tempat yang tepat untuk belajar semua itu. Kalau pas di Jakarta, rasanya ngga bakal dikerjain deh.

Tapi mulai panik karena selain perlu beberes, ternyata undangan juga makin banyak. Coffee morning, school party, gathering, etc, etc. Kenapa ya, begitu kita punya sesuatu yang harus dikerjakan, datanglah bertubi-tubi undangan. Sementara pas kita ada waktu, sampai terbengong-bengong saking ngga ada yang dikerjain, ya ngga ada undangan apa-apa tuh. Hihihi...

Selain itu, mestinya kami juga lebih intensif belajar bahasa Spanyol. Tapi kalau begini mah, gimana ngatur waktunya ya. Pusing euy! *curhat panik plus ngantuk

Beberapa bulan yang lalu baru aja terpikir, akhirnya bisa juga kami menikmati Trinidad, dengan segala keunikannya. Pada saat itu juga sebetulnya terlintas di kepala, biasanya kalau sudah merasa nyaman, datanglah tantangan baru. Dan benar, nggak lama setelah itu datanglah si kabar berita. Tapi dipikir-pikir itulah hidup. Selalu ada tantangan baru. Dan keluar dari zona nyaman *lagi, rasanya juga tidak makin mudah. Tapi berhubung kudu dijalani, hayuk mariiii...kita semangat mengunjungi tempat baru. Sekalian kenalan sama Chavez yuu :)