Thursday, January 15, 2009

Rame yak

Iya ya, ada yg bilang, ikut2an neeeh. Ada yg bilang urus negara sendiri aja belum bener kok, pake sok belain negara orang. Ada yg bilang nooh pergi ke Papua aja, ada gempa tuh. Ato ke Sulawesi, bantuin cari korban feri. Ada yang bilang sok fanatik, sok agamis. Muacem2 dweehh. Euleeh, meni banyak euy. Mau nangkis juga gak bisa dan ogah deh aah... Tapi yg gw liat benang merahnya adalah negara dan bangsa yg 'miskin' dan 'bodoh' dibikin makin miskin dan makin bodoh sama negara maju. Informasi dipluntir2, fakta dibolak balik, kalo ada yg panas dikit dipancing2. Ujung2nya umat dipecah belah *umat nggak cuma yang segama, tapi yg sebangsa dan yg sedunia. Masing2 ngotot merasa bener, ngata2in org lain, trus maki2an deh. Trus ntar gontok2an antar 'kita' sendiri. Padahal ada yg kegirangan di belakang layar dan seneng banget tujuannya tercapai. Sedihnya kita nggak sadar kita lagi dipermainkan sama orang2 jahat, diadu domba, ditekan, dipinggirkan. Bukannya mikir gimana caranya kita melihat perbedaan sebagi suatu potensi, tapi malah dijadikan alasan untuk memusnahkan satu sama lain. Bukannya mikir gimana caranya supaya sama2 maju, tapi malah mikir gimana caranya org lain nggak bisa maju supaya kita bisa (keliatan) maju. Bukannya mikir gimana supaya semua orang bisa hidup layak, teruus aja mikirin hidupnya sendiri gimana supaya jadi tambah, tambah, tambah, tanpa peduli akibatnya untuk orang lain. Apa tho ini? Gw pribadi yakin, kita semua sudah melakukan yg terbaik buat diri kita sendiri, buat keluarga dan buat lingkungan kita. Dan gw percaya itu. Jadi tinggal lihat orang lain sebagai sesama manusia yg hidup di dunia, dengan misinya masing2 *apapun itu, urusan pribadi ybs dengan Sang Penguasa. Pertanggujawabannya juga personal kok, nggak perlu dipublish di koran lokal. Jadi misi bersamanya adalah buat diri kita, keluarga inti kita, dan ehh sukur2 bisa nyampe ke saudara2 di sekitar kita supaya well educated, equipped with good resources of accurate information. And do whatever it takes to be a better human being. Supaya tahu bagaimana mesti bersikap di dunia yang makin tidak ada batasnya ini. *Gw sendiri pusing baca postingan ini. Tapi nggak bisa nahan jempol untuk mencet button publish.

1 comment:

Sestri said...

Kan dalangnya ada, dan fakta kok. Jadi yah sebenarnya bukan negara miskin di miskinkan. Perang di ciptakan untuk nutup kerugiannya, jadi mudah2an masayrakat makin memahami bahwa hanya diadu domba. Lebih menyedihkan ada pemanfaatan di Indonesia krn akan pemilu. Kasian ya rakyatnya makin miskin di buat miskin pendidikan. Apalagi demi politik situs sejarah di obrak abrik, kacau.