Thursday, October 30, 2008

Info penting yang ketinggalan

Dasar blogger amatir, abis posting baru nyadar ada info ketinggalan setelah dikritik blogger yang lain. Ampun deh! Iya, setelah posting promosi, lupa kasih data lengkap soal alamat dan nomor telepon. Jadi bo, our location is in: Rukan Royale Palace Blok B no.37, Jl.Prof.Dr. Soepomo no. 178A Kel. Menteng Dalam, Kec. Tebet , [right across McDonald's Tebet] T: 0218314973, 0218314975 Telepon dulu, nanya2 boleh. Mau langsung datang liat2 dan kenalan, juga bolehhh.

Tuesday, October 28, 2008

Promosi

Punya klinik kalo nggak dipromosi judule mubazir tho. Jadi mau cerita kalau Agustus yl, kita baru buka klinik gigi. Namanya The Smile Centre (TSC) lokasi tepatnya di Ruko Royal Palace Jalan Dr Soepomo depan McD Tebet. Klinik ini berdiri setelah kami semua menyadari bahwa kami punya impian yang sama yaitu punya klinik gigi yang berorientasi pada pasien, komprehensif, lege artis, bersahabat dan terjangkau oleh masyarakat luas. Apalagi setelah kami berkeluarga dan menyadari, harus ada yang mulai take care kesehatan gigi dan mulut anak-anak kita. Terutama karena di Indonesia perawatan gigi mulut masih dianggap barang mewah dan prioritasnya di bwah sandang, pangan, papan dan kesehatan umum. Padahal kalau gigi dan mulut nggak sehat, badan kita juga terpengaruh, kan? Performa menurun, produktifitas berkurang. Klinik ini cozy dan friendly, even buat anak-anak. Gw sendiri, bawa keluarga gw ke sana. Terutama anak2 gw yang biasanya nggak betah diem lama2, tapi ternyata bisa di handle dengan baik sama Alya. Cerita lengkap kunjungan dokter gigi waktu pulkam ada di sini. Biasanya concern kita, terutama karena perawatan gigi bukan prioritas utama, adalah biaya. Gw pribadi adalah org yang mikir seribu kali sebelum ngeluarin uang even buat beli baju gw sendiri, yang biasanya berakhir dengan baju outlet berharga kurang dari cepek dan keluhan nyokap bahwa anaknya nggak bisa memantes :) Tapi ternyata beda kalau yang dibelanjakan adalah uang untuk kesehatan, terutama untuk anak2 gw. Karena punya background dental school, gw tahu kalo anak2 perlu kesehatan optimal di usia emasnya. Dan gw yakin kalo tugas utama gw sebagai ibu salah satunya adalah menjaga supaya mereka tetap sehat. Namanya sehat, ya lahir batin, dan seluruh tubuh kan. Jadi mulut mereka juga harus sehat. Untuk makan yang 'benar' saja mereka perlu mulut yang sehat. Dan kadang kita bisa tahu kondisi kesehatan mereka lewat mulutnya lo... Belum lagi kalau ada masalah dengan gigi dan gusi, kuman dari situ bisa 'beredar' ke seluruh tubuh. Pernah dengar dokter kulit tanya, waktu ada gatal2 misalnya di kaki atau tangan, giginya ada yang sakit kah ? Nah itu salah satu contohnya. Jadi kesimpulannya gw nggak keberatan bayar demi kesehatan anak2 gw, walaupun tetep emoh bayar kalau overpriced. Nah di TSC, harga yang harus dibayar dibandingkan perawatan dan service yang diterima, belum lagi jaminan sterilitas dan kenyamanan, jelas sebanding kalau bukan dibilang underpriced. Masalahnya memang sejauh mana kita pikir kesehatan mulut kita itu penting untuk kesehatan umum kita. Sebenernya gw pengen cerita soal kolega2 gw yang jago handle anak2 dan bagaimana kasus2 khusus ditangani di klinik ini. Tapi berhubung kami juga sedang berduka karena salah satu kolega terkena musibah, sampai tangannya harus dioperasi, jadi nunggu beliau sembuh ya. Sementara ini minta doanya saja supaya Alya cepat sembuh. Dan kalau lagi lewat Soepomo atau McD Tebet, mampir ya... Just to see around, say hi and have a cup of tea with them. You're most welcomed! Oya, sebaiknya datang ke dokter gigi sebelum sakit, terutama untuk menghindari trauma pada dokter gigi yang sebetulnya tidak perlu terjadi :) The Smile Centre: Rukan Royale Palace Blok B no.37, Jl.Prof.Dr. Soepomo no. 178A Kel. Menteng Dalam, Kec. Tebet , [right across McDonald's Tebet] T: 0218314973, 0218314975 *kalo dokter giginya manis2 gini, mosok sih masih takut? hehehe...

Friday, October 24, 2008

Transformer

Ini bukannya ngomongin robot2an kesukaan anak2 lo ya. Cuma kemarin baru punya kawan baru, jeng EW, yang ngingetin gw dan suami sama masa SMP dulu *hadoh, sudah tw yak. Lalu browsing2 dan ketemulah sama klip ini. Lagu2nya masih tob dah. Cuma gaya tahun segitu, sempet cekikikan juga liatnya. Btw, itu videonya yg upload Katon sendiri. Jadi nontonnya lebih lega, hawong yang punya sendiri yg masukkin ke youtube :) Karena koleksi klipnya lumayan lengkap, maka tampaklah transformasi personil2 band ini. Yang jelas dari yang dulu kurus, jadi gemukan. Dulu rambutnya pendek, lama2 jadi panjang. Dulu gayanya begitu sekarang begini. Dulu kostumnya begitu, sekarang begini *eh, malah ada klip yang penyanyinya pakai kaos dalem lo. Kirain orang Trini aja yang sukanya pake kaos dalem ke mana2 :D Ternyata orang bisa dan hampir pasti berubah ya, walaupun nggak secepat autobot. Dulu sempet mikir kalau orang berubah kesannya negatif. Tapi kalau berubah jadi lebih baik, kenapa enggak. Yang jelas dari dulu sampe sekarang lagu2nya itu selalu kena banget, mulai dari jaman pacaran sampe sudah beranak pinak begini. Mungkin mereka termasuk band yang lagu2nya everlasting ya.

Wednesday, October 22, 2008

No Comment

Kecuali: qkhqkh... Lanjutan cerita Bonek, ini crita artis Indonesia masup koran lokal. Hua ha ha...geli campur malu !

Monday, October 13, 2008

Bonek

Huaa huhuhu... hahaha. Hiks...ha ha ha. Rada miring karena semalem di tembak di tempat disuruh nyanyi rame2 atas nama bangsa. Huaaa, maaf saudaraku kalau kami jadi sedikit menambah 'kepopuleran' bangsa kita di Trini. Hopefully in a good way *cross my finger Semalam kita datang ke dinner dalam rangka lebaran. Sudah pernah siih dengar gosip bahwa kita disuruh nyanyi *lagi. Tapi karena tidak ada konfirmasi ya nggak ada persiapan sama sekali. Lah kok dateng2 kita digiring duduk paling depan di meja yang ada tulisan reserved nya. Langsung curiga, dan benarlah. Bapak panitia datang menyalami Pak Lurah lalu bilang kalian nyanyi setelah ini ini dan ini. Pak Lurah sempat ngasih tahu kalau armada kita cuma separuh dan mendingan kita nggak usah nyanyi deh. Tapi berhubung Pak Panitia dah hampir nangis *kata Pak Lurah, yah akhirnya Jeng Pri dan Jeng Farida langsung dipaksa latihan di tempat. Sementara gw dan bu lurah nyalin teks lagunya. Geli banget dah. Dulu pernah 'manggung' juga di Islamic Academy. Dan karena waktu itu ada musik pengiring oleh krunya Pak Toni, yang jago nggitar dan ngendang, makanya kita 'kedengeran'bagus. Hihihi, you see and judge your self lah... Lah, semalem, ngga siap, ngga pake pengiring. Mana Pak Edi dan Pak Toni yang biasanya suaranya paling kenceng ngga ono. Walah, bener2 deh, serasa ditelanjangi. Dan pagi ini, suara gw menghilang entah ke mana. Gw rasa doi malu banget, makanya ngumpet :)

Sunday, October 12, 2008

Siapa bilang

Iya, siapa bilang orang Indonesia di Trinidad sedikit. Ternyata hampir 2000 WNI ada di negara yang mungil ini. Semalam ada kunjungan Pak Dubes Venezuela ke TnT. Dan gw nggak ngira bakalan sebanyak ini orang yang datang. Keluarga Pak Lurah sebagai pihak yang dititipi KBRI untuk organize acara ini sempat deg2an, karena yang hadir melebihi kuota. Tapi alhamdulillah, berkat kerja keras Bu Flora dan Pak Wahyu dibantu keluarga Indonesia yang lain semuanya bisa lancar. Yang dibicarakan UU Kewarganegaraan 2006. Tapi ada sesi tanya jawab, dan keluarlah semua unek2 saudara2 kita di kapal. Sedih juga dengar cerita mereka dan ternyata KBRI pun terbatas ruang geraknya soal pekerja kita di LN. Pelajaran yang terambil dari pertemuan semalam adalah ayo bangun bangsa Indonesia dengan mencerdaskan mereka. We deserve a good proper life. And education is definitely the foundation. Cerita seru lainnya pas setelah acara kita bebesih, dan menemukan bahwa beberapa piring beling Bu Flora yang sengaja dibawa tidak kelihatan batang hidungnya. Akhirnya dengan asumsi bahwa piring2 itu mungkin 'terbuang', gw dan mbak Azalee dibantu 2 org bapak2 merogoh2 kantong sampah *yaikss! Dan benaaaar, piring2 itu ada di sana! Walaupun akhirnya masih ada beberapa piring yang direlakan karena udah malem dan dah nggak kuat ngerogohin kantong sampah lagi *plis deh pak, yang dibuang itu piring yang plastik aja ya. Just realize that the strength to handle bad smell and yucky things was shaped by my dental school :D

Wind goes inside

Masuk angin gitu lo... Hawong anginnya lagi kuenceng2 di sini. Tempo hari lagi leyeh2 di pinggir pantai (rumah orang) tiba2 angin menyerbu dan memporakporandakan perabotan. Padahal bukan hurricane, tapi itu aja rasanya dah kenceng banget. Sabtu ini pulang dari Chaguramas juga anginnya kenceng banget. Kalau nggak salah pas di MExico ada si Norbert lewat. Kayak gini nih suasananya: Tempo hari pas ada Ike di US, juga pas kita ketamuan ini Mungkin nggak langsung, tapi bisa jadi ada hubungannya. Wah, bener2 mesti belajar klimatologi nih. Belum apa-apa padahal ya. Tapi rasanya kita ni keciiil banget. Alam yang luar biasa besar itu saja 'nurut'nya cuma sama Yang Di Atas. Mosok kita yang kecil ini mbledhis dan nggak mau nurut. Gimana kabar mbakyu yang di Caracas yah? Mbak Min, anginnya lagi banyak juga nggak di seberang?

Thursday, October 9, 2008

Respect the idea

Habis begadang, terus kena angin lebat kemarin, leher serasa abis disikat pakai kedondong. Arrgghhh... Lalu karena lagi ngga pengen ngapa2in, jalan2 lah saya ke rumah mbak Ayin untuk belajar sama beliau, karena seneng banget liat semangat dan kekreatifannya, setelah sekian lama menganggurkan notebook. Lalu baca tulisa mbak Ayin soal foto yang diembat sama majalah kondang ini. Padahal sebelumnya juga ada kasus antara majalah ini dan mbakyu yang di Jerman. Yang langsung keucap adalah: hare gennee? Orang-orang pintar di perusahaan penerbitan itu masih belum tahu etika? Kok bisa ya? Mereka masuk ke perusahaan itu emang nggak pake sekolah. Aduh mas/mbak wartawan...mbokya jangan memalukan harkat dan martabat lah. Sedih dengernya :' Kenapa mereka nggak bisa menghargai jerih payah saudaranya. At least ngabari tho, kalo mau 'pinjam' fotonya. Jadi pelajaran etika pas kuliah itu nggak berbekas kali ya? Padahal sebelum2nya ada PMP/PPKN juga. Makin sedih deh :' Lalu setelah 'nggerayangi' blognya mbak Sefa dan mbak Ayin, jadi merhatiin banner ini. Ternyata milik Pak Wartawan (bener kan, pak?) yang kayaknya hati nuraninya masih sangat peka. Apalagi kalau sudah baca tulisannya yang bener2 bikin semangat ayo maju. Alhasil, setelah minta ijin, kupasang juga banner2 itu di blogku. Tadinya sih nggak terlalu menghargai foto2 gw sendiri *penyakit self esteem. Tapi belajar dari mbakyu2 di Norway dan Jerman, kayaknya gw harus belajar menghargai diri sendiri deh. At least gw dah susah payah motret, apapun hasilnya. Peluh pun ada harganya kan... Thank you mbak Ayin dan mbak Sefa, for boosting my self esteem. Walaupun mbak2 pasti ngga sadar kalo sudah bantuin aku menyadarkan diri sendiri. God bless you! Dan Pak Rane, terima kasih juga ide dan sumbangsihnya untuk mencerdaskan bangsa.

Tuesday, October 7, 2008

Lebaran berempat

Setelah dua tahun terakhir kita lebaran pisah2an terus, akhirnya tahun ini kita lebaran berempat sebagai The Baskaras *kikikikk. Sedih juga karena ngga ada eyang2 dan keluarga besar yang bikin rame rumah plus hidangan lebaran siap santap. Tapi ya kalau 'jalan cerita' nya sudah diatur begitu, mosok mau komplain. Jadi ya berempat aja plus sibuk-sibuk nyiapin lebaran pertama bareng keluarga di Trinidad. Menu lebaran kali ini: ketupat pyrex, sayur labunya mbak Mindy dan opor jadi-jadian. Plus sup jagung buat kalo entar enek sama santan. Sementara itu ikutan juga kontribusi acara lebaran di rumah Pak Lurah dong. Gw kebagian bikin urap *sumpah, seumur-umur baru kali ini bikin. Dan karena lebaran ini barengan sama ultahnya Florinda, gw dengan gaya nekat berani malu, kebagian bikin kue ultah. Cerita seru masak-memasak bisa dilihat di sini. Pagi-pagi sarapan dikit langsung cao ke Islamic Academy. Sholatnya mulai jam 730, tapi kita sudah mendarat dengan manisnya jam 700. Alhasil dapet tempat di dalam aula. Padahal si ayah udah nyangking sajadah, kalau2 kita kebagian di luar *masih berasa solat di Yogya ya, yah? Pas mulai takbiran, sempet bengong, takbirannya datar nggak dilagukan kayak kalo takbiran di Indonesia. Wah, rasanya kok ngga mantep ya. Untungnya Pak Khotib yang kali ini adalah Pak Lurah kita *bangga deh! sempet kebagian takbiran. Naaaa ini baru lebaran: Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar. La Ila hailallah Allah Akbar. Allah Akbar wa Lillah Ilhamd *kalau tulisannya salah mohon dikoreksi yah. Senangnya.... Lalu jam 730 mulai solat dan kutbah. Kali ini Pak Lurah (dan Bu Lurah :)) membahas mengenai kepedulian sosial. Selesai kutbah, di lantai dasar kita dibagi makanan ringan, yang menyenangkan buat anak2: sepotong cake dan kue. Lalu pulang, makan ketupat deh! Yummy... Lalu telepon-telepon eyang-eyang di Indonesia. Jam 10 kita siap2 ke tempat Pak Lurah. Sampe sana langsung nggoreng tempe buatan keluarga Pak Lurah *berhasil dan cakep deh tempenya. Setelah uplek-uplek sana sini, akhirnya satu-satu saudara2 sebangsa kita datang. Ada yang bawa temannya juga org Trini, ada juga undangan dari Pakistan. Intinya kita bener2 menikmati kebersamaan dan makanan khas lebaran buatan Bu Lurah *Bu Lurah bener-bener masak buanyaaaak dan uenakkk deh! Reportase lengkap acara lebaran di rumah Pak Lurah bisa dilihat di sini. Yang jelas, lebaran kali ini beda.... selamat lebaran ya, maaf lahir batin *heh..ternyata kelupaan bikin foto berempatnya :(