Tuesday, May 27, 2008

Air

Sebagai seorang Aquarian, mestinya saya suka air bukannya malah ngeri. Sebenernya saya suka berenang, walopun dengan gaya pas2an - yang penting ngambang kan. Yang bikin saya ngeri adalah kalo airnya dalam jumlah banyak. Misalnya kalo di pantai yang ombaknya berdebur2 atau pas air laut pasang. Rasanya diri ini keciiiil sungguh. Sebenernya kalau dirasa2in, yg bikin ngeri adalah betapa tidak berdayanya saya di depan air yang pasti nurut sama Penguasa Alam. Padahal air tidak bernyawa, atau bernyawa? Pendek cerita, di negri orang ini saya malah harus hidup di depan air setiap hari. Yaiyalah, orang depan rumah pas gulf of Paria. Alhasil tiap hari harus terbiasa dengar deburan ombak dan suara angin yang kadang2, kalau siang/sore hari, suaranya meriah sekali. Beberapa bulan yang lalu juga pernah merasakan gempa di negri ini. Nah, satu ditambah satu sama dengan dua, kalo ada gempa ditambah laut -eh bukan laut ding, teluk- di depan mata sama dengan apa yah... Naudzubillah. Pelajaran buat saya, ternyata Allah itu lah Yang Maha Pengatur. Diciptakannya air berkubik-kubik, dengan ikan yang hidup didalamnya untuk nelayan ambil tiap hari dan sekaligus menyodorkan cerminan kebesaran Nya. Kalau pagi, airnya bisa tenaaaaaaang banget, sampe kita bisa seolah2 lihat dasarnya (yg di pinggir tentu). Kalo sore, byur, byur, byur...seperti mau makan batu2 yang ada di tepi batas daratan. Siapa yang mengatur? Kita? Ya jelas bukan... Begitu kok masih berani2nya cari dosa. Diguyur air satu bak aja glagepan, gimana kalo diguyur satu teluk. Blep blep blep.

No comments: