Wednesday, April 2, 2008

Listrik mati

Listrik mati, di Aceh gitu, gak terlalu heran. Tapi ini di Trinidad gitu loh. Trinidad itu kan negara kaya, mau minyak, gas, you name it. Di ensiklopedia malah disebutkan penambangan minyak/gas pertama dunia ya di Trinidad ini. La kok malah mati lampu. Kemana aja coba uang hasil penambangan? Kalau lihat kota Port of Spain, nggak ada gedung yang tinggi-tinggi kayak di Jakarta. Ada sih Crowne Plaza, Hyatt, 14 lantai maksimal. Gedung tinggi masih bisa dihitung pake jari tangan, mungkin perlu dikit jari kaki. Sementara itu gaya rumah di sini mengingatkan kita sama kota Tegal tahun 90 an. Lebih modern Tegal kali. Jadi kalau lagi muter-muter di Port of Spain inget jaman sekolah, pas masih mondar mandir Jakarta, Semarang, Malang, waktu lewat kota-kota kecil di jalur pantura. Nggak habis pikir, apa aja yang udah dihasilkan sama negara ini melayang entah ke mana. Sama sekali nggak kelihatan guna dan dampaknya ke masyarakat lokal. Padahal bukan negara gw, tapi sedih juga lihatnya. GDP lumayan tinggi, artinya negara ini sama sekali gak miskin. Tapi nggak kethok blas gitu loh. Gw denger oil production di sini sekitar 1 jt barrel per day, bandingin sama UAE yang 2 jt barrel per hari. Jadi gw expect kira2 negara ini majunya setengahnya UAE deh. Lha kok ini malah sepersepuluhnya. Analisa sementara, ternyata attitude suatu bangsa suangattt menetukan seberapa maju bangsa itu. Ntar kapan2 gw ceritain ya, gimana kalo belanja di supermarket sini mesti antre sejam, bukan karna rame, tapi karna kasirnya super kerjanya. Super pelan. Belum lagi mall yang tutup minggu, padahal hari itu banyak orang nggak kerja dan bisa punya waktu belanja-belanja atau makan di luar. Pokoke ajaib deh... Pelajaran kalau nanti angkatan kita maju paling depan jadi yang ngurusin negara Indonesia. Hasil bumi kita harus dicicipin sama rakyat banyak di negara kita sendiri, bukan rakyat negara lain. Emangnya jaman penjajahan Belanda, nenek moyang kita banting tulang, hasilnya diangkut ke Belanda sana buat mbangun negaranya. Pengen makmur boleh aja, tapi in a halal way dan inget inget perut orang lain....

No comments: